"Sedang direncanakan. Besok akan kita sampaikan lebih gamblang," ujar Retno di Auditorium Kementerian PUPR, Jl Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (28/8/2016).
Retno mengatakan saat ini Ismail dan Sofyan masih menjalani proses pemulihan trauma dan kesehatan. Mereka berdua juga masih dimintai informasi oleh pihak KBRI di Manila.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kita juga sedang minta informasi kepada mereka tentang bagaimana kondisi sandera yang lainnya di sana. Selain itu juga informasi soal posisi mereka bersama yang menyandera," tambahnya.
Setelah pengumpulan informasi ini selesai, Retno mengatakan, akan memulangkan keduanya ke tanah air. Namun, lanjutnya, pemulangan keduanya tidak akan dilakukan secara bersamaan dengan 177 jemaah haji yang terbelit kasus paspor yang saat ini juga masih berada di KBRI Manila..
"Tidak bersama (proses pemulangannya)," ucap Retno usai acara peluncuran buku "Dari Bulaksumur Untuk Indonesia" yang diterbitkan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).
Muhammad Sofyan dan Ismail merupakan ABK TB Charles yang berhasil meloloskan diri dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf. Mereka berhasil kabur pada Rabu (17/8). Kondisi keduanya saat ini dalam keadaan baik.
"Keduanya dalam keadaan baik di KBRI Manila," ucap Retno.
Muhammad Sofyan diculik Abu Sayyaf di perairan Filipina sejak 23 Juni lalu. Dia diculik beserta 6 orang lainnya dari kapal mereka TB Charles. Warga Pulau Jolo melihat Sofyan berenang menuju pantai setelah dirinya kabur di kegelapan malam. (Hbb/Hbb)










































