Salah satu insiden tersebut terjadi pada pagi tadi, Minggu (28/8/2016). Di hotel pemondokan 410 sektor 4, lantai 4, ada seorang nenek yang memakai sprinkler untuk penahan tali jemuran. Menurut jemaah lain, nenek tersebut naik menggunkan kursi lalu mengaitkan tali jemuran ke sprinkler.
Sprinkler yang rusak/ Foto Dok PPIH Arab Saudi |
Alhasil, sprinkler tersebut mengeluarkan air dan menyebar ke mana-mana. Bahkan, dua kamar di sebalah kamar 410 ikut kebanjiran, sampai ke lorong hotel.
"Air berputar-putar lama. Sampai mengalir ke luar sampai ke lorong dan masuk ke kamar di sebelahnya. Banjir sedikit," kata kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat, usai meninjau lokasi bocornya kamar tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Arsyad mengimbau agar para jemaah tidak melakukan sesuatu terhadap suatu fasilitas di luar fungsinya. "Kalau mau buat jemuran jangan di dalam kamar," imbuhnya.
![]() |
Saat ini, proses pengeringan masih berjalan. Para penghuni di tiga kamar yang terkena banjir dievakuasi ke kamar lain untuk sementara.
Selain urusan sprinkler, Arsyad juga menyoroti para perokok di dalam hotel. Menurut Arsyad, jumlahnya masih banyak. Dia menyarankan agar para perokok menghentikan aktivitasnya sejenak selama di Tanah Suci, atau mencari tempat khusus merokok.
"Karena di hotel tertentu (rokok) itu sangat sensitif," tambahnya.
![]() |
Pemerintah memang menggunakan standar hotel bintang tiga untuk tahun ini bagi jemaah. Bahkan ada sebagian hotel yang standarnya bintang empat. Di sektor lain, ada hotel yang biasa digunakan jemaah Iran, juga cukup bagus fasilitasnya.
Sejumlah jemaah ada yang sangat puas dengan pemondokan tersebut. Namun tak sedikit juga yang kaget dengan sejumlah fasilitas tersebut karena ada yang belum pernah menginap di hotel sebelumnya atau baru berada di luar negeri untuk pertama kali.
(mad/ega)












































Sprinkler yang rusak/ Foto Dok PPIH Arab Saudi
