Zulkifli memulai sambutannya dengan berbagi cerita masa kecil yang sudah karib hidup berdampingan dengan masyarakat Tionghoa. Hal itu banyak mengajarinya langsung tentang nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam hidupnya.
"Perbedaan bukan rasis, tapi harus dihormati. Memang kita beragam tapi ingat kita ini satu, Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu harus respek dan hormat satu sama lain karena kita adalah satu keluarga dari berbagai latar belakang," ujar Zulkifli saat memberikan Sosialisasi 4 Pilar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita di ruangan ini dan di luar sana, WNI dari mana pun, apa pun latar belakangnya boleh menjadi apa saja di negeri ini. Punya hak yang sama," imbuhnya.
Zulkifli berpesan agar seluruh warga Indonesia, termasuk etnis Tionghoa senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab dengan begitu, Indonesia akan semakin kuat dan besar.
"Kita harus menghormati dan menghargai sesama di lingkungan sekitar. Gotong royong dan kebersamaan. Itulah prinsip-prinsip dasar," tutup Zulkifli.
Bertemu KAHMI
Zulkifli Hasan juga hari ini memberikan sosialisasi 4 pilar di kalangan Korps Alumni HMI (Kahmi). Zulkifli menyampaikan pentingnya menjaga semangat kebangsaan demi masa depan Indonesia yang lebih baik dan kuat.
"Semangat ke-Indonesia-an merupakan modal yang sangat berharga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara baik di masa kini maupun masa yang akan datang. Segala bentuk keragaman bukanlah penghalang bagi kita untuk tetap bersatu," ujar Zulkifli.
Zulkifli siang ini bertemu Ketua Presidium Kahmi Mahfud MD, Arya Bima dan keluarga besar Kahmi. Dalam kesempatan ini Zulkifli berpesan agar keragaman dapat menjadi perekat bangsa.
![]() |
Zulkifli juga menyebut pentingnya haluan negara untuk menyamakan visi dan misi. Untuk itu, dia meminta masukan dari seluruh anggota keluarga besar Kahmi untuk formulasi haluan negara.
"Saya minta masukan dari Kahmi bisa melalui fraksi atau MPR langsung," tutup Zulkifli. (faj/faj)












































