Kisah Li, Pengusaha China yang 'Sulap' Desa Terbelakang Jadi Idaman

Laporan dari China

Kisah Li, Pengusaha China yang 'Sulap' Desa Terbelakang Jadi Idaman

Indah Mutiara Kami - detikNews
Minggu, 28 Agu 2016 14:04 WIB
Kisah Li, Pengusaha China yang Sulap Desa Terbelakang Jadi Idaman
Foto: Li Yunnan/Foto: Indah Mutiara Kami
Tongchuan, - 17 tahun yang lalu, Desa Mazui di Tongchuan, Provinsi Shaanxi, China adalah desa terbelakang dan dijauhi orang. Kini, ratusan ribu turis terpikat dengan desa yang mengusung tema 'eropa style' ini.

Sosok di balik berubahnya wajah Desa Mazui adalah Li Yunnan, seorang pengusaha sukses yang merupakan anggota Partai Komunis China. Delegasi Pengurus Golkar yang diundang oleh International Department Communist Party of China (IDCPC) sempat bertemu Li pada Sabtu (27/7/2016).

Perjalanan dari Kota Xi'an yang merupakan ibukota Provinsi Shaanxi menbutuhkan waktu sekitar 2 jam. Sudah ada jalan tol yang menghubungkan hingga ke dekat desa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana di Mazui
Li sendiri yang menyambut delegasi saat tiba di Desa Mazui, namun dia mempersilakan beberapa pengurus daerah setempat yang menjelaskan perkembangan desa ini dari masa ke masa. Penjelasan disampaikan ke delegasi sambil mengelilingi Desa Mazui yang asri dan sejuk.

Sebelum tahun 1999, Desa Mazui sangat miskin hingga warga sekitar menyebutnya 'berjamur'. Kehidupan mereka belum modern, bahkan masih ada yang tinggal di gua.

Desa Mazui saat ini
"Bahkan, gadis dari luar Mazui tidak mau menikah dengan pria di sini," ucap Li.

Lalu, Partai Komunis China menugaskan Li untuk kembali ke desanya dan meningkatkan kehidupan di sana. Pertama-tama, warga Desa Mazui diberi pinjaman dana untuk membangun rumah. Mereka membayar pinjaman itu dengan bekerja di pabrik semen yang dibangun Li.

Mazui jaman dulu
Pada tahun 2009, pabrik semen yang dibangun oleh Li tutup karena polusi. Proses perkembangan Desa Mazui lalu masuk ke tahap kedua yaitu pertanian modern. Sebanyak 108 rumah kaca dibangun untuk menanam cherry dan sayuran.

"Dari penjualan cherry di 1 rumah kaca, omset penjualan setahun mencapai 100 ribu Yuan," jelasnya.

Desa Mazui jaman dulu
Tahapan ketiga dimulai pada 2012 yaitu dengan mengembangkan ekonomi desa lewat destinasi pariwisata. Karena desa tradisional sudah sering ditemukan di China, Desa Mazui pun mencari ide baru.

"Setelah studi banding, didapat kesimpulan kalau mengembangkan pariwisata harus seperti ini . Jadi di sini dijadikan desa Eropa style," cerita Li kepada para pengurus Golkar.

Li dan Pengurus Golkar
Pengurus partai berlambang beringin ini diajak mengelilingi rumah 92 keluarga di Desa Mazui. Rumah-rumah tersebut dicat dan didekorasi sesuai tema. Bahkan beberapa di antaranya memiliki pajangan patung Batman hingga Monalisa. Juga ada miniatur pesawat dan kapal di lapangan desa tersebut.

"Ada juga yang merayakan pernikahan di sini. Selain itu, warga yang lelah di kota juga bisa beristirahat di sini," ujarnya.

Industri pariwisata di Desa Mazui baru dimulai pada 2014, namun pada 2015 sudah ada 300 ribu turis dalam setahun. Tahun 2016 ditargetkan akan ada 600 ribu turis yang menikmati indahnya Mazui.

Pengurus Golkar pun penasaran dengan cara Li Yunnan mampu memberdayakan warga Mazui untuk mau mengubah pola hidup. Menurut Li, hal itu juga bukan sesuatu yang mudah.

Awalnya, tidak semua warga mau bekerja di pabrik semen dan keluar dari gua. Namun, mereka lalu melihat kehidupan warga lain yang bekerja menjadi semakin baik.

Saat ini, 372 warga Desa Mazui masih tinggal di rumah mereka yang sudah 'eropa style'. Kelak, mereka akan pindah ke apartemen dan rumah itu akan jadi penginapan untuk para turis.

Desa Mazui juga sudah mengembangkan penjualan buah-buahan khas mereka lewat online. Berbagai festival diadakan, di antaranya yang terbaru adalah festival grafiti. Aneka mainan untuk anak-anak juga tersedia.

Salah satu pengunjung Desa Mazui bernama Zhang Jifeng mengajak anak-anaknya untuk menghabiskan akhir pekan di sana. Mereka pun asik berfoto dengan berbagai action figure.

"Di sini suasananya lebih relax," ucap Zhang.

Kunjungan singkat ke Desa Mazui berkesan bagi para pengurus Golkar. Wasekjen Golkar Ace Hasan siap mengabarkan ke Indonesia bahwa ekonomi kerakyatan di China konkrit dan hasilnya bisa dilihat di Mazui.

"Ini menjadi inspirasi untuk membangun ekonomi kerakyatan," kata Ace.

Di ujung pertemuan, Li menyampaikan harapan agar para pengurus Golkar bisa kembali lagi ke Mazui dan memberi masukan. Dia pun memberi 3 kunci kesuksesan 'menyulap' Desa Mazui.

"Yang pertama, kebijakan dari partai. Kedua, hubungan pemerintah bertingkat dari provinsi, kota, dan distrik. Ketiga, dukungan dari warga desa dan kekompakan warga," tutup Li. (imk/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads