Kepala Dispendukcapil Surabaya, Suharto Wardoyo mengatakan sudah menyiapkan sarana dan prasarana. Bahkan, memberikan layanan sampai Hari Sabtu.
"Kami juga jemput bola setiap hari, dan kami juga menunggu warganya, dimungkinkannya ada yang sakit, jadi kita yang ke sana. Senin besok mendatangi rumah-rumah, yang sakit biar bisa direkam," katanya pada wartawan di Gedung Siola, Sabtu (27/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau cacat fisik perekaman e-KTP nya secara biometri, tidak perlu perekaman iris mata, hanya foto. Kalau sidik jarinya tidak cacat bisa perekaman sepuluh sidik jari kecuali sidik jarinya tidak bisa, tapi bisa melihat jadi kita melihat kondisi juga seperti apa. Makanya kita yang jemput bola," ungkap Anang.
Untuk warga yang sakit dan tidak bisa bepergian jauh, pihak Dispendukcapil akan meminta petugas kecamatan untuk menjemput warga dibawa ke Kantor Kecamatan.
"Mereka sakit stroke atau sakit yang lumayan parah sehingga tidak bisa bangun, maka kita yang akan mendatangi mereka di kecamatan," imbuh dia.
(ze/tor)











































