Sejatinya markas Pewarta Foto berupa tenda yang telah berdiri sejak 1998 pada Jumat (25/8) malam, tamat. Tanpa pemberitahuan, belasan anggota Satpol PP langsung membongkar dan mengangkut barang yang ada dengan alasan penertiban, karena ada pejabat akan mengadakan acara di Car Free Day pada hari Minggu.
Kiki Budi/PFI Jakarta |
Sejatinya, lokasi itu menjadi tempat para fotografer Indonesia mengawal reformasi, lewat berita foto. Lokasi itu memang strategis di kawasan Bundaran HI. Para fotografer bisa mengabadikan berbagai momen dengan cepat, mulai dari reformasi 1998 hingga bom Thamrin lalu. Di lokasi ini banyak fotografer dari berbagai media berkumpul dan berbagi informasi.
Setelah beberapa jam markas itu lenyap, pada Sabtu (27/8/2016) pagi beberapa petugas kepolisian dari Polsek Menteng datang. Mereka membawa peralatan tenda dan kursi. Petugas kepolisian membantu membangun tenda lagi untuk para fotografer. Lokasi tenda itu memang dekat persis di belakang pos polisi. Dua buah tenda segera berdiri dan kursi dari kayu dipasang lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Detikcom mencoba mengkonfirmasi ke Kasatpol PP Kecamatan Menteng Charles. Menurut dia, pembongkaran justru awalnya memang datang dari kepolisian. Satpol PP kemudian bergerak membongkar.
Kiki Budi/PFI Jakarta |
"Polsek Menteng langsung ke koordinasi ke kecamatan. Saya minta maaf masalah pembongkaran semalam," tutur dia di ujung telepon ke wartawan.
Selidik punya selidik kabarnya pembongkaran itu karena salah tafsir perintah. Polsek Menteng ingin penertiban di sekitar lokasi Pos Pol HI, tetapi malahan yang diangkut semua yang ada di sekitar Pos Pol termasuk tenda fotografer. Padahal merunut ke sejarahnya, lokasi tenda ini pernah disambangi menteri, pimpinan Parpol hingga kepala daerah untuk berdiskusi dengan para fotografer. (dra/dra)












































Kiki Budi/PFI Jakarta
Kiki Budi/PFI Jakarta