Kenaikan Harga Rokok Harus Melalui Perhitungan Cermat

Kenaikan Harga Rokok Harus Melalui Perhitungan Cermat

Rini Friastuti - detikNews
Sabtu, 27 Agu 2016 10:45 WIB
Kenaikan Harga Rokok Harus Melalui Perhitungan Cermat
Foto: Rini Friastuti/detikcom
Jakarta - Wacana kenaikan tarif rokok menimbulkan reaksi di masyarakat. Apabila dilihat dari segi kesehatan beberapa pihak setuju, namun di sisi lain ada juga pihak yang kontra.

Anggota Komisi XI DPR Muchamad Misbakhun adalah salah satu yang sedikit kontra atas kebijakan ini. Menurutnya, harus ada perhitungan yang cermat dan hati-hati apabila ingin mengubah kebijakan tarif harga rokok.

"Saya minta pemerintah cermat dan hati-hati karena aspek rokok bukan semata-mata berkaitan dari sisi kesehatan saja," ujar Misbakhun dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (27/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan ada beberapa aspek lain yang perlu diperhatikan sebelum menaikkan tarif, yakni aspek ekonomi khususnya di tenaga kerja. Akibat kenaikan tarif, menurutnya, sedikit banyak berpengaruh terhadap kesejahteraan tenaga kerja di industri tembakau.

"Ada aspek indstri, lalu petani tembakau. Dalam industri tersebut antara petani dan industri besar ada pedagang dan sebagainya. Ini kalau diperhatikan kan merupakan sirkulasi ekonomi.

"Apabila ingin mengambil kebijakan, dan keputusan lihat juga aspek ketenagakerjaan," jelas Misbakhun.

Industri rokok besar misalnya, dapat melakukan efisiensi tenaga kerja dengan cara modernisasi mesin. Apabila tarif rokok naik akan terjadi pengurangan tenaga kerja manusia dan pelaku industri besar akan beralih ke mesin.

"Lalu menciptakan ketenagakerjaan yang baru kan enggak gampang, sehingga saya bilang kalau membuat kebijakan harus menghitung dengan cermat dan hati-hati," kata dia.

Dia juga menginisiasi adanya UU Pertembakauan karena sampai saat ini di level UU belum ada yang mengatur dari sisi petani tembakau.

"Misalnya saat petani panen harganya turun. Saat tidak panen, siapa yg menikmati? Tengkulak. Seharusnya ini menjadi perhatian kita juga," jelas Misbakhun. (rii/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads