Rayakan HUT ke-22, AJI Tetap Berkomitmen Demi Kebebasan Jurnalis di Indonesia

Rayakan HUT ke-22, AJI Tetap Berkomitmen Demi Kebebasan Jurnalis di Indonesia

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Sabtu, 27 Agu 2016 00:53 WIB
Rayakan HUT ke-22, AJI Tetap Berkomitmen Demi Kebebasan Jurnalis di Indonesia
Foto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom
Jakarta - Organisasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar perayaan ulang tahunnya yang ke-22. Dengan mengusung tema 'Media Ekspresi dan Keberagaman', AJI tetap berkomitmen untuk memperjuangkan kebebasan jurnalistik di Indonesia.

Bertempat di hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, AJI menggelar hari jadinya. Dalam sambutannya, Ketua AJI Indonesia Suwarjono menyampaikan masih banyaknya kekerasan dan problem yang dihadapi oleh jurnalis.

"Masih marak terhadap jurnalis perbatasan akses liputan di wilayah seperti di Papua, jurnalis dari beberapa negara juga sulit masuk, bahkan terjadi peningkatan kekerasan terhadap wartawan pada tahun 2015 ada 838 kasus meningkat, sekitar 70 persen dibanding tahun 2014 sebanyak 545 kasus," ucap Suwarjono, Jumat (26/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pada perayaan ulang tahun ke-22 ini, AJI kembali memberikan penghargaan Tasrif Award, Udin Award dan SK Trimurti Award.

"Sesuai dengan spirit kebebasan berekspresi, tahun ini AJI memberikan penghargaan Tasrif Award kepada pejuang-pejuang kebebasan berekspresi serta mereka yang tak lelah mencari dan menegakkan keadilan," ujar Ketua Panitia HUT AJI, A B Kurniawan.

"Sedangkan SK Trimurti diberikan kepada seorang aktivis pemberdayaan perempuan yang gigih memperjuangkan hak-hak buruh lewat media," tambah Kurniawan.

Tasrif Award diberikan kepada Forum LGBTIQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Interseksual dan Queer) yang terdiri dari sejumlah organisasi, individu dan kelompok yang memperjuangkan LGBT di Indonesia. Dan kedua, Kelompok International People Tribunal (IPT) 1965 yang terdiri dari komunitas para korban, peneliti, advokat, praktisi hukum dan sejumlah organisasi yang peduli pada tragedi 1965 sebagai pemenang penghargaan Tasrif Award 2016.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga memberikan SK Trimurti Award 2016 kepada Siti Khadijah, aktivis pemberdayaan perempuan buruh kebun di bawah Organisasi Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (Hapsari). Namun untuk Udin Award tidak ada jurnalis yang mendapat penghargaan.

"Udin Award bukan kompetisi, akan tetapi penghargaan yang diberikan untuk menginspirasi jurnalis dalam berkarya dan mengawal kebebasan pers serta kebebasan berekspresi. Untuk itu Dewan Juri memutuskan pada tahun 2016 tidak ada peraih Udin Award," ucap salah seorang dewan juri.

Turut hadir alam acara ini Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar. (adf/jor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini