Jelang Kongres PAN
Amien Diusulkan Duduk di MPP
Senin, 28 Mar 2005 13:15 WIB
Jakarta - PAN tidak akan bisa mencari ketua umum PAN yang memiliki figur sekelas Amien Rais. Karena itu, kepemimpinan PAN di masa mendatang adalah kepemimpinan kolektif. Sementar Amien Rais sebaiknya dimasukkan dalam struktur MPP (Majelis Pertimbangan Partai). Hal ini disampaikan Wasekjen DPP PAN Hakam Naja kepada wartawan di sela-sela diskusi 'Mencari Sosok Ketua Umum PAN Pasca Amien Rais' di gedung Jakarta Media Center (JMC), Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (28/3/2005). Karena tidak bisa mencari figur seperti Amien, kata Hakam, maka Amien diharapkan masih ada secara simbolik di dalam tubuh PAN dan tidak benar-benar menghilang. "Di Indonesia sangat sedikit orang yang sekaliber Amien Rais. Sedangkan di PAN tidak ada yang menyamai dia. Amien adalah figur politik dan figur sejarah, yang musykil untuk menemukan sosok pengganti dia. Tapi, saya kira nantinya Amien Rais bisa duduk di MPP, sehingga bisa tetap mengawasi PAN," kata Hakam. Menurut dia, posisi Amien di MPP itu adalah posisi yang paling tepat. Karena dengan figur Amien Rais di MPP dan disatukan dengan figur baru yang menjadi ketua umum, akan menjadi suatu kesatuan yang sempurna di tubuh PAN. "Ketua umum PAN nantinya adalah sosok yang bisa diterima, punya kemampuan, kapabilitas, dan visi dan misi yang baik, serta merupakan pihak yang bisa menyatukan seluruh elemen dari PAN pasca Amien Rais nanti," jelas Hakam. Lebih lanjut, Hakam menyatakan, figur ketua umum nantinya, meski tidak menyamai Amien Rais, seharusnya figur yang memiliki collective leadership. Sementara ditanya mengenai adanya calon ketua umum titipan dari Amien Rais, dia mengaku tidak tahu kebenarannya. Menurut dia, itu hanyalah isu yang berkembang di luar saja. Tentang calon ketua umum dari Muhammadiyah, Hakam menyatakan, kongres PAN tidak akan memberi dikotomi terhadap asal calon ketua umum. "Tidak ada dikotomi. Saya kira seperti Amien Rais yang menginginkan setiap perubahan zaman akan ada pemimpinnya sendiri. Dan sesuai dengan tema kongres PAN Regenerasi dan Revitalisasi, maka yang saat ini dibutuhkan PAN adalah pemimpin muda dari mana pun asalnya," ungkapnya. Mengenai syarat seseorang menjadi calon ketua umum PAN, menurut Hakam, setidaknya ada dua syarat. Pertama, kandidat harus mendapat dukungan dari 40 DPD atau 4 DPW PAN. Kedua, kandidat harus memiliki KTA (kartu tanda anggota) PAN.
(asy/)











































