TPST di Pangkalpinang: Berkebun hingga Buat Taman dari Sampah

TPST di Pangkalpinang: Berkebun hingga Buat Taman dari Sampah

Nur Khafifah - detikNews
Jumat, 26 Agu 2016 18:52 WIB
TPST di Pangkalpinang: Berkebun hingga Buat Taman dari Sampah
Foto: Nur Khafifah/detikcom
Pangkalpinang - Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kawa Begawi di Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, Kabupaten Pangkalpinang telah mampu mengolah sampah menjadi barang-barang bernilai ekonomis. Sampah basah diolah menjadi kompos kering dan cair, sementara sampah kering dibersihkan dan dipilah untuk kemudian disalurkan kembali.

Pupuk kompos hasil buatan TPST Kawa Begawi ini sudah terbukti manfaatnya. Selain digunakan di kebun sayur milik KSM Kawa Begawi, pupuk kompos juga telah digunakan oleh para anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat untuk merawat tanaman mereka. Hasilnya pun cukup memuaskan.

Namun sayangnya penyalurannya belum optimal. Kompos-kompos ini baru dijual door to door karena berbagai keterbatasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto: Nur Khafifah/detikcom

"Kami mau buktikan dulu bahwa hasil kerja kami nyata. Dari sini kami tawarkan kepada pihak swasta untuk dapat menyalurkan CSR," kata Anggota Badan Pelaksana TPST KSM Kawa Begawi, Andreansyah di lokasi, Jl Pengayoman, Selindung, Gabek, Pangkalpinang, Jumat (26/8/2016).

Hal senada juga dikatakan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) TPST KSM Kawa Begawi, Liza Nurdianti. Menurutnya, saat ini TPST tersebut membutuhkan tambahan armada agar pengelolaan sampah mereka lebih optimal. Selain menghasilkan pupuk kompos kering dan cair, TPST ini juga banyak menghasilkan botol plastik, kardus dan rongsokan lain yang sudah bersih dan rapi. Mereka tinggal menyalurkannya jika ada pihak yang membutuhkan dalam jumlah besar.

"Seperti beberapa pekan lalu, kami kirim 60 kg botol plastik untuk proyek biobol di Muntok, Bangka Barat. Banyak sekali itu, satu mobil pick up Strada penuh," ujar Liza.

Foto: Nur Khafifah/detikcom

Inilah proyek pertama KSM Kawa Begawi menyalurkan sampah kering. Saat ini masih tersisa ribuan botol-botol bekas yang menumpuk di gudang menunggu penyaluran berikutnya.

Setiap hari berkutat dengan sampah membuat ide kreatif 4 orang anggota TPST ini muncul. Mereka tidak hanya memilah sampah untuk kompos atau dijual, namun juga memanfaatkannya untuk mempercantik halaman TPST. Area yang sebelumnya kosong, kini dihiasi dengan taman kecil dengan bermodalkan barang-barang bekas. Tumbuhan, pot bunga, batu-batu hias, hingga bekas antena, semua dipungut dari sampah-sampah yang dibuang warga untuk mempercantik TPST yang terletak di belakang Lapas Narkoba ini. Tumpukan batu yang ditata rapi untuk menghindari becek, juga diambil dari sampah buangan warga.

"Cantik kan? Kami seakan-akan punya taman dengan hiasan satelit, padahal ini antena rusak," kata perempuan berjilbab biru ini sambil terkekeh.

Foto: Nur Khafifah/detikcom

Di samping taman ini terdapat kebun sayuran seperti labu, terong, jagung dan nanas yang ditanam oleh tim KSM Kawa Begawi. Pupuk kompos cair hasil buatan tim inilah yang membuat kebun tersebut sudah berhasil panen satu kali.

"Pokoknya sebisa mungkin, tidak ada barang yang tidak bermanfaat di sini. Ini bahkan sandal yang saya pakai juga dari sampah yang kami pilah-pilah," katanya diiringi tawa petugas lainnya.

Foto: Nur Khafifah/detikcom

Bagi anggota KSM Kawa Begawi, yang paling penting adalah menanamkan kesadaran di kalangan masyarakat tentang arti penting mengelola sampah. Mereka tengah mengedukasi warga agar memilah setiap sampah yang dihasilkan di rumah, sehingga memudahkan petugas TPST.

"Memang tidak mudah menyadarkan masyarakat, tetapi kami terus berusaha," kata Liza mengakhiri perbincangan. (khf/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads