Menurut Ketua RW 06 M Yunus, deklarasi Risma ini untuk membuat Jakarta lebih baik. Walau PDIP belum memberi dukungan ke Risma, namun ia yakin PDIP akan mendengarkan suara rakyat.
"Saya selaku ketua RW 06, kemarin sore menerima undangan untuk hadir di acara sore ini. Saya nanya, kenapa enggak Risma dicalonkan saja hari ini? Selama ini kita sudah terlalu pusing dan mual dengan nama Ahok," kata M Yunus di Kampung Basmol, Jalan B, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (26/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ketua RT 13, mengatakan pencalonan Risma ini untuk melawan Ahok. "Kebetulan 15 Februari 2017 disini sebagai tuan rumah TPS 49. 21 September ini batas waktu pendaftaran, maka dari itu bersatu padu menyusun kekuatan untuk mendukung Ibu Tri. Jangan pilih Ahok, kita pilih yang seiman sama kita," ucap Wartoyo.
Pencalonan Risma ini diharapkan bisa menghentikan penggusuran rumah dimana-mana. Paling tidak, lanjut Wartoyo bila menggusur rumah melalui musyawarah.
"Kita melihat dimana-mana ada penggusuran, tanpa ada musyawarah terlebih dahulu. Saya rasa cukup," imbuh Wartoyo.
Ketua Umum Gerak Indonesia Emi Sulyuwati yang hadir dalam deklarasi itu juga mengatakan bahwa Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang sederhana. Ia pun berharap agar Megawati Soekarnoputi mau mencalonkan Risma di Pilgub DKI 2017.
"Mudah-mudahan setelah deklarasi, Bu Mega segera terketuk hatinya. Amin. Kalau akhirnya Risma belum direkomendasikan, mari kita jalan bersama ke Teuku Umar (rumah Megawati). Mari kita wujudkan Risma sebagai gubernur perempuan pertama di DKI Jakarta," tegas Emi.
Deklarasi ini juga diisi oleh seni teatrikal dan juga pembacaan puisi. Ada 80 warga dari RT 13 yang menghadiri deklarasi ini. (yds/van)










































