Seperti komentar dari Heri, seorang pengguna kendaraan roda empat. Saat ditemui detikcom di Jalan Agus Salim, Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (26/8/2016), warga Bekasi itu keberatan dengan rencana kenaikan tarif parkir.
"Saya pribadi keberatan karena kita yah yang namanya tarif naik jadi pengeluaran juga bertambah. Dan saya harus menggunakan mobil pribadi untuk keperluan bisnis," kata Heri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang sih pakai kendaraan umum lebih irit, tapi kan saya buat bisnis," jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rachman, pengguna mobil warga Menteng, Jakarta Pusat. Dia menilai sebaiknya Pemprov DKI mengkaji dulu wacana tersebut secara matang. Dia meminta perbaikan fasilitas dan transportasi umum terlebih dahulu sebelum menaikkan tarif parkir.
"Kalau memang mau dikaji ya dikaji dulu deh. Kalau memang tujuannya agar beralih ke kendaraan umum, harusnya Pemprov sebelum mengambil langkah tersebut memastikan bahwa fasilitas dan prasarana kendaraan umum sudah siap," kata Rachman.
"Selain itu jalur transportasi umum harus siap menjangkau titik kesibukan di Jakarta. Jadi bukan hanya segitiga emas yang jadi fokus pembangunan pengembangan transportasi umum sehingga dengan fasilitas dan prasarana yang baik masyarakat akan pindah ke transportasi umum kok," tuturnya.
Kondisi Jalan Sabang Jakarta Pusat (Foto: Noval Dhwinuary/detikcom) |
"Kalau biasa satu keluarga 2 sampai 4 mobil, mungkin nantinya satu keluarga bisa beramai-ramai satu mobil. Sekarang saja setelah dinaikin Rp 5 ribu perjam, dari yang dulunya rata-rata mobil parkir sampai 2 jam lebih, sekarang paling lama hanya 1 jam," kata Nazaruddin.
Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat mengatakan kenaikan tarif itu akan ditentukan berdasarkan zona daerahnya. Nantinya diharapkan dengan kenaikan tarif, kemacetan di Jakarta akan berkurang. Nantinya tarif parkir mobil dari Rp 5 ribu akan menjadi Rp 10 ribu, dan sepeda motor dari Rp 2 ribu menjadi Rp 5 ribu.
Daftar tarif parkir di Jl Sabang Jakarta (Foto: Noval Dhwinuary/detikcom) |
"Ini harus dikaji terutama zonasinya di mana. Terutama yang on street. Yang off street itu kan sudah ada aturannya ya. Ini kan berkontribusi kepada kemacetan. Itu nanti ada dinas perhubungan akan menentukan, lokasinya dimana," lanjutnya.
Tarif parkir di Jl Sabang Jakarta (Foto: Noval Dhwinuary/detikcom) |












































Kondisi Jalan Sabang Jakarta Pusat (Foto: Noval Dhwinuary/detikcom)
Daftar tarif parkir di Jl Sabang Jakarta (Foto: Noval Dhwinuary/detikcom)
Tarif parkir di Jl Sabang Jakarta (Foto: Noval Dhwinuary/detikcom)