Begini Respons Warga soal Wacana Kenaikan Tarif Parkir di DKI

Begini Respons Warga soal Wacana Kenaikan Tarif Parkir di DKI

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 26 Agu 2016 16:34 WIB
Begini Respons Warga soal Wacana Kenaikan Tarif Parkir di DKI
Kondisi Jalan Sabang Jakarta Pusat (Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta berencana menaikkan tarif parkir dengan harapan masyarakat akan beralih ke transportasi umum. Hal itu rupanya mendapat tanggapan dan komentar dari masyarakat yang keberatan dengan wacana tersebut.

Seperti komentar dari Heri, seorang pengguna kendaraan roda empat. Saat ditemui detikcom di Jalan Agus Salim, Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (26/8/2016), warga Bekasi itu keberatan dengan rencana kenaikan tarif parkir.

"Saya pribadi keberatan karena kita yah yang namanya tarif naik jadi pengeluaran juga bertambah. Dan saya harus menggunakan mobil pribadi untuk keperluan bisnis," kata Heri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun diakui naik kendaraan umum jauh lebih murah, namun dirinya mau tak mau harus menggunakan mobil pribadi untuk aktivitasnya sehari-hari.

"Memang sih pakai kendaraan umum lebih irit, tapi kan saya buat bisnis," jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rachman, pengguna mobil warga Menteng, Jakarta Pusat. Dia menilai sebaiknya Pemprov DKI mengkaji dulu wacana tersebut secara matang. Dia meminta perbaikan fasilitas dan transportasi umum terlebih dahulu sebelum menaikkan tarif parkir.

"Kalau memang mau dikaji ya dikaji dulu deh. Kalau memang tujuannya agar beralih ke kendaraan umum, harusnya Pemprov sebelum mengambil langkah tersebut memastikan bahwa fasilitas dan prasarana kendaraan umum sudah siap," kata Rachman.

"Selain itu jalur transportasi umum harus siap menjangkau titik kesibukan di Jakarta. Jadi bukan hanya segitiga emas yang jadi fokus pembangunan pengembangan transportasi umum sehingga dengan fasilitas dan prasarana yang baik masyarakat akan pindah ke transportasi umum kok," tuturnya.
Kondisi Jalan Sabang Jakarta Pusat (Foto: Noval Dhwinuary/detikcom)
Koordinator petugas parkir di Jalan Sabang, Nazaruddin mengatakan kenaikan tarif pakrir nantinya akan berpengaruh pada jumlah pengemudi kendaraan pribadi. Bertambahnya pengeluaran karena kenaikan tarif akan menjadi pertimbangan pengguna kendaraan pribadi itu.

"Kalau biasa satu keluarga 2 sampai 4 mobil, mungkin nantinya satu keluarga bisa beramai-ramai satu mobil. Sekarang saja setelah dinaikin Rp 5 ribu perjam, dari yang dulunya rata-rata mobil parkir sampai 2 jam lebih, sekarang paling lama hanya 1 jam," kata Nazaruddin.

Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat mengatakan kenaikan tarif itu akan ditentukan berdasarkan zona daerahnya. Nantinya diharapkan dengan kenaikan tarif, kemacetan di Jakarta akan berkurang. Nantinya tarif parkir mobil dari Rp 5 ribu akan menjadi Rp 10 ribu, dan sepeda motor dari Rp 2 ribu menjadi Rp 5 ribu.
Daftar tarif parkir di Jl Sabang Jakarta (Foto: Noval Dhwinuary/detikcom)
"Itu kan lagi dikaji, termasuk zonasinya di mana. Sekalian di mana nanti untuk benar-benar warga DKI melepaskan kendaraannya. Kami juga sudah berusaha untuk memperbaiki transportasi massal. Jadi nanti ada MRT dan sebagainya," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (26/8).

"Ini harus dikaji terutama zonasinya di mana. Terutama yang on street. Yang off street itu kan sudah ada aturannya ya. Ini kan berkontribusi kepada kemacetan. Itu nanti ada dinas perhubungan akan menentukan, lokasinya dimana," lanjutnya.
Tarif parkir di Jl Sabang Jakarta (Foto: Noval Dhwinuary/detikcom)
(rni/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads