FBI Bantu Warga Saudi Tinggalkan AS Setelah 11 September

FBI Bantu Warga Saudi Tinggalkan AS Setelah 11 September

- detikNews
Senin, 28 Mar 2005 12:37 WIB
Jakarta - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat alias FBI telah membantu para warga kelas atas Arab Saudi meninggalkan negeri adidaya itu setelah peristiwa teroris 11 September 2001 lalu. Mereka yang dibantu itu termasuk kerabat keluarga Osama bin Laden, yang dituding pemerintah Washington sebagai dalang tragedi 11 September. Demikian diberitakan surat kabar The New York Times, Minggu (27/3/2005) waktu setempat seperti dilansir situs Aljazeera.com.Menurut koran terkemuka AS itu, beberapa hari setelah peristiwa 11 September, lusinan warga Saudi berhasil meninggalkan AS dengan menggunakan penerbangan-penerbangan yang dicarter khusus. Padahal saat itu, jalur penerbangan diawasi ketat, selain banyak jadwal penerbangan yang dibatalkan.Menurut dokumen yang baru dirilis pemerintah, terungkap adanya peran aktif FBI dalam membantu sejumlah warga Saudi keluar dari AS. Juga bahwa FBI memberikan pengawalan bandara secara khusus kepada dua keluarga terkemuka Saudi yang meninggalkan AS. Bahkan beberapa warga Saudi lainnya diizinkan pergi dari AS tanpa diwawancarai lebih dulu.Pejabat-pejabat FBI menanggapi dengan marah berita tersebut. "Saya katakan itu omong kosong bahwa kami membantu rombongan tersebut," tukas seorang pejabat FBI.Mengenai pengawalan bandara itu, seorang pejabat FBI lainnya mengatakan bahwa "kami akan melakukan itu untuk seseorang jika ia terancam -- kami tidak akan menyebut itu sebagai perlakuan khusus."Dokumen tersebut diperoleh melalui UU Kebebasan Informasi oleh kelompok legal Judicial Watch. Dalam material tersebut, terdapat detail mengenai interaksi FBI dengan setidaknya 160 warga Saudi yang tinggal ataupun mengunjungi AS dan dibolehkan meninggalkan negeri itu.Para pengritik telah menuding Gedung Putih "memanjakan" orang-orang Saudi. Namun pejabat-pejabat AS dengan keras membantah adanya perlakuan khusus tersebut. Mereka mencetuskan bahwa tudingan tersebut tidak bertanggung jawab dan bermotif politik. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads