Sylviana jadi sorotan di Pilgub DKI setelah dia ditemui Sandiaga Uno, Kamis 18 Agustus lalu. Mereka bertemu di Restoran Merah Delima di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Usai pertemuan, Sandiaga tak ragu mengungkap pertemuan itu terkait Pilgub DKI. Sandiaga memang tengah mencari pasangan, Sylviana, dan Sekda DKI Saefullah, jadi kandidat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Sandiaga, PPP juga menyatakan ketertarikan kepada Sylviana. PPP menjadikan Sylviana sebagai tokoh substitusi jika Risma tak jadi berlaga di DKI.
"Kalau Bu Risma enggak mau, maka Bu Sylviana Murni (PNS) yang sekarang menjabat Deputi Gubernur DKI," kata Sekjen PPP Arsul Sani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8/2016).
Berdasarkan catatan detikcom, Sylviana mengawali karier sebagai PNS penatar BP-7 DKI periode 1985-1987. Kemudian ia menjadi staf Biro Pembinaan Mental DKI.
Karier None Jakarta 1981 ini moncer hingga menjabat kepala Dinas Pendidikan DKI tahun 2004-2008. Wanita lembut ini kemudian menjadi wali kota Jakarta Pusat pada 2008-2012, hal itu menjadikan dirinya sebagai wanita pertama yang menjabat wali kota di Jakarta.
Putri dari Alm Kol (Purn) HD Moerdjani ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta. Lulusan S1 Fakultas Hukum Universitas Jayabaya ini kemudian diangkat menjadi Plt Kepala Satpol PP DKI pada 22 November 2013 lalu yang memimpin 6.000 anggota Satpol PP. Tapi tak berlangsung lama, karena pada 20 September 2014, ia diangkat menjadi deputi gubernur oleh Jokowi.
Ahok tak keberatan jika akhirnya Sylviana maju dan bersiap membuka lowongan Deputi Gubernur DKI. (tor/van)











































