"Kita selidiki juga pasal pencabulannya. Karena disini ada dua kejadian, pembunuhan dan pencabulan. Pertama-tama kita fokus dulu pada kematiannya. Nanti sambil berjalan kita cari pelaku pencabulannya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Gusde Wardana, Jumat (26/8/2016).
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ditemukan kekerasan seksual di kelamin korban yang merupakan siswi kelas satu SD itu. Menurut dokter, korban sudah lebih dari dua kali mengalami pencabulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kasus Sadis di Kalteng: Ibu dan 2 Anaknya yang Berusia 7 tahun Serta Bayi Dibunuh
Namun begitu, lanjutnya, polisi menduga pelaku pencabulan itu adalah orang lain, bukan pelaku membunuhan.
"Kalau pencabulan kayaknya bukan dia. Karena darah itu waktu dibuka sama dokter itu sudah sangat bersih, tidak ada sisa atau bekas sedikit pun. Makanya dibilang sudah lebih dari dua kali.
"Kita akan lidik maksimal. Anak ini bagaimana, di sekolah bagaimana, apakah murung atau ceria dan sebagainya," urainya.
Pembunuhan itu terjadi pada Jumat (19/8) di rumah korban di Gunung Mas Kalteng. Korban dan dua anaknya dibuang ke kubangan air, dan jasadnya ditemukan pada Sabtu (20/8). (idh/dra)










































