"Saya katakan teman-teman PDIP sangat baik. Ini teman-temanpun, PDIP diharapkan bergabung kalau mau. Kita tentu teman semua kok," kata Ahok di Rumah Lembang, posko pemenangannya yang berada di Jl Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/8/2016).
Baca juga: Novanto: Meski Tak Ada PDIP, Partai Golkar Tak Akan Lari dari Ahok
Dia berbicara didampingi Ketua Tim Pemenangan dari Partai Golkar Nusron Wahid, Ketua Golkar DKI Fayakhun Andriadi, Ketua DPP NasDem Taufik Basari, dan Wakil Ketua Tim Pemenangan dari NasDem Wibi Andrino.
Bila PDIP mendukungnya, maka calon wakil gubernur yang dia gandeng adalah Djarot Saiful Hidayat. Tentu, kata Ahok, Djarot tak berani menjadi cawagubnya bila PDIP tak mendukung Ahok. Sampai kapan Ahok akan menunggu dukungan PDIP?
"Mau ditunggu sampai kapan bagaimana? Pendaftaran terakhir (Pilgub DKI) 21 September kok," kata Ahok.
Ahok punya hubungan baik dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan pengurus Dewan Pimpinan Pusat PDIP. Dia juga menyatakan punya hubungan baik dengan PDIP tingkat Jakarta.
"Oh kalau itu (PDIP Jakarta) mah CS betul. Kalau sama cross boy ya CS dong," kata Ahok yang pernah menyebut Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sebagai cross boy dari PDIP. Prasetio memang penghobi olahraga motocross. (dnu/miq)











































