Di sepanjang hotel-hotel jemaah, hampir di semua sektor kini berjejer 'Toko Indonesia'. Para penjual memasang pelang dengan latar belakang bendera merah putih, lalu tulisan berbahasa Indonesia. Di dalamnya, ada sejumlah barang kebutuhan jemaah, mulai dari air minum, tempat air minum berwarna emas, sajadah, ember, sampai sayur-mayur.
Foto: Toko Indonesia di Arab Saudi (Rachmadin/detikcom) |
Toko-toko ini baru buka setelah para jemaah tiba di Makkah, sekitar 18 Agustus 2016 lalu. Mereka menempati sejumlah ruang-ruang kosong di dekat pemondokan jemaah. Ada bangunan permanen, namun tak sedikit yang dibangun mendadak, menggunakan papan dan atap seadanya.
"Murah, murah, murah. Silakan," teriak para pedagang setiap kali jemaah Indonesia melintas untuk salat di masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Toko milik orang Bangladesh," kata penjaga toko asal Bangladesh yang mengaku bernama Nur Muhammad.
Selain 'murah', kosakata yang dikuasai para pedagang antara lain: 'silakan', 'belanja', dan nilai-nilai uang dalam bahasa Indonesia. Beberapa pedagang yang berjualan di mobil pun menggunakan strategi pendekatan yang sama.
Foto: Toko untuk warga Indonesia di Arab Saudi (Rachmadin/detikcom) |
Para jemaah Indonesia tentu saja tertarik, dan sangat terbantu dengan keberadaan toko-toko tersebut. Setiap kali jam salat, mereka membeli kebutuhan barang di sana. Ada yang sekadar belanja kudapan ringan, minuman sampai ember dan mie instan. Beberapa ada yang sudah mulai menyicil barang untuk dibawa ke Tanah Air.
"Lumayan, untuk membantu sehari-hari saja," kata Ali, salah seorang jemaah.
Jemaah Indonesia mendapat 24 kali makan selama di Makkah. Makanan didistribusikan pada jam makan siang dan makan malam. Selain itu, mereka juga mendapat makan saat prosesi Arafah-Mina. Untuk sarapan, para jemaah biasanya membeli makanan di luar atau di warung.
Warung-warung dadakan ini ternyata juga tak bisa berdiri sembarangan. Mereka harus mengantongi izin resmi dari pemerintah kota berupa surat bernama tasrih. Tanpa itu, toko-toko tak bisa buka dan melayani jemaah Indonesia. (mad/miq)












































Foto: Toko Indonesia di Arab Saudi (Rachmadin/detikcom)
Foto: Toko untuk warga Indonesia di Arab Saudi (Rachmadin/detikcom)