Kecam KBIH Arafah, Wagub Jatim Minta Warga Pilih Travel Haji Kredibel

Kecam KBIH Arafah, Wagub Jatim Minta Warga Pilih Travel Haji Kredibel

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 26 Agu 2016 00:16 WIB
Kecam KBIH Arafah, Wagub Jatim Minta Warga Pilih Travel Haji Kredibel
Foto: Gus Ipul menerima curahan hati keluarga WNI asal Pasuruan yang ditahan di Filipina (Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap kasus WNI yang diamankan di Filipina saat hendak berangkat haji menjadi pelajaran bagi semua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan travel haji secara umum. Ia meminta warga memilih KBIH atau travel yang kredibel.

"Ini pelajaran bahwa KBIH yang sudah mendapat kepercayaan dari rakyat jangan sekali-kali menyia-nyiakan amat dan kepercayaan. Saya punya banyak ulama yang memiliki KBIH tapi bisa dikelola dengan baik dan bertahun tahun bertahan," kata Gus Ipul usai menerima curahan hati sejumlah keluarga WNI asal Pasuruan yang ditahan di Filipina dan mengantarkannya untuk meminta penjelasan pada pihak KBIH Arafah Pandaan, Jalan Raya Pandaan-Prigen, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/8/2016).

Gus Ipul yang ditemani Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf, berharap semua warga memilih KBIH atau travel haji yang kredibel, yang punya integritas. Apalagi kalau misalnya mengeluarkan dana sampai ratusan juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini yang saya sayangkan. Mereka ini berhaji dengan harga plus tetapi lewat negara Filipina yang pasti dokumennya palsu atau illegal. Ini bisa kena (pasal) penipuan, tapi itu tergantung polisi," tandasnya.

Pemprov Jatim, kata Gus Ipul, meminta KBIH yang memberangkatkan 12 calhaj harus bertanggung-jawab. Ia meminta KBIH berani menghadapi semua pihak yang butuh penjelasan atas kejadian ini, terutama keluarga.

"Saya mengecam KBIH yang tidak baik. Saya minta kepada Kementerian Agama agar menutup KBIH bermasalah," tandasnya.

Sementara itu, Ketua KBIH Arafah Pandaan, Nurul Huda, mengaku pasrah jika atas kejadian ini lembaga yang sudah berdiri sejak 2003 itu ditutup. "Saya ridho. Ini sudah digariskan," katanya. (miq/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads