Membayar Dam dan Kisah Jagal Kambing Jujur di Pasar Ka'kiyah

Laporan dari Arab Saudi

Membayar Dam dan Kisah Jagal Kambing Jujur di Pasar Ka'kiyah

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 25 Agu 2016 22:11 WIB
Membayar Dam dan Kisah Jagal Kambing Jujur di Pasar Kakiyah
Penjagal kambing jujur Abul berbaju hijau (Foto: Rachmadin Ismail/detikcom)
Makkah - Jemaah Indonesia sebagian besar berhaji tamattu, yakni mendahulukan umrah baru berhaji. Kategori haji tamattu mewajibkan semua jemaah untuk membayar dam nusuq atau denda dengan cara menyembelih kambing. Ini salah satu lokasi penyembelihannya.

Nama tempat tersebut adalah Pasar Ka'kiyah, yang terletak di jalan Umm al mua'mineen umm salama, Makkah. detikcom bersama Tim Media Center Haji berkesempatan berkunjung ke pasar hewan ini pada Kamis (25/8/2016) untuk menyaksikan proses pembelian dam dan pemotongan kambingnya.

Di sana, ada juga sejumlah jemaah Indonesia yang membayar dam langsung. Ada yang berasal dari Medan sampai Surabaya. Semua antusias ikut membeli kambing sekaligus menyaksikan proses pemotongannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita penasaran aja sekalian ke sini. Kebetulan kami ada 8 orang jadi diantar ke sini untuk membayar dam," kata Ali, salah seorang jemaah asal Medan.

Foto: Salah satu jamaah Indonesia yang membayar dam (Foto: Rachmadin Ismail/detikcom)


Ali dan rombongan membeli kambing seharga 250 riyal. Sempat terjadi tawar menawar, namun akhirnya harga yang disepakati demikian. Selanjutnya, kambing dibawa ke area pemotongan.

Proses penyembelihan disaksikan langsung oleh jamaah haji. Sebelum disembelih nama jamaah haji akan dibacakan terlebih dahulu, lantas sang penyembelih memekikkan kalimat bismillahi Allahu akbar.

Selanjutnya, daging yang sudah dibersihkan akan didistribusikan kepada golongan yang berhak menerima. Di antaranya fakir miskin. Daging kambing itu ada yang disebar kepada fakir miskin di Makkah, sebagian lagi disebar ke luar Makkah, bahkan ke negara tetangga Arab Saudi yang membutuhkan.

Kambing yang sudah dikuliti (Foto: Rachmadin Ismail/detikcom)


Konsultan bimbingan ibadah PPIH Arab Saudi Prof Dr Aswadi MA menyatakan, secara hukum syar'i hewan yang diperuntukkan untuk dam nusuq harus ditumpahkan darahnya di tanah suci, sementara dagingnya boleh didistribusikan ke mana saja.

"Karena sudah dirancang bangun memilih haji tamattu', maka konsekuensi logisnya harus membayar dam, teknisnya bisa melalui bank Ar Radji atau pelaksanaan secara langsung yang bisa dilakukan setelah umrahnya selesai," ujarnya.

Adapun untuk jemaah yang sakit dan belum bisa melaksanakan umrah wajib hingga jelang waktu wukuf, maka niatnya bisa diganti menjadi haji qiran. "Kalau jamaah haji yang meninggal tidak perlu bayar dam karena sudah include dalam badal haji," ulasnya.

Penjagal Jujur

Jemaah Indonesia dan para petugas yang membayar dam siang tadi berjumpa dengan Abul, salah seorang pemuda jujur yang membantu proses pembayaran dam. Dia tak meminta bayaran sepeser pun dari jemaah haji untuk memotong dan mengaku hanya bekerja untuk mencari ridha Allah SWT.

Oleh penerjemah kami, Syamsul, pemuda bernama Abul Kalam tersebut disebut jujur. Sebab biasanya, para pemotong kambing di pasar akan meminta bayaran tambahan selain harga kambing yang sudah disepakati. "Orang jujur dia," kata Syamsul.

Saat diwawancarai, Abul bercerita, sehari bisa memotong ratusan kambing saat musim haji tiba. Daging itu nantinya akan dibagikan kepada orang miskin di Makkah, lalu dibagikan juga ke luar Tanah Haram dan tetangga di negara Arab Miskin.

"Saya mau beribadah di sini. Ini daging untuk orang miskin. Saya tak mau mengambil dari jemaah, saya takut kepada Allah," kata Abul.

Dia bekerja sebagai sukarelawan dari pihak muassasah yang bekerja untuk memotong kambing pembayaran dam. Para jemaah bisa meminta dicarikan kambing olehnya lalu dipotong dan dikuliti. Di tangannya, sudah tersedia pisau tajam yang bisa menyembelih kambing dalam waktu singkat.

"Bagus, bagus, Indonesia bagus," ucapnya dalam bahasa Indonesia ketika menutup perjumpaan. (mad/slh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads