"Dari 12 orang itu, satu adalah istri saya. Bu Nyai Nurul Mahmudah itu istri saya. Dari istri saya pula saya mendapat kabar bahwa semua calon jamaah haji dalam keadaan sehat. Alhamdulillah sekarang di KBRI dan perlakuan orang KBRI juga sangat baik," kata Nurul Huda di rumahnya Jalan Raya Pandaan-Prigen, Jalan Raya Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kamis (25/8/2016).
Nurul mengatakan, dirinya dan KBIH miliknya merupakan korban. Ia berkisah setahun lalu kenal dengan orang bernama Andi yang mengaku dari Travel Ramanah di Jakarta. Dari perkenalan tersebut, Andi kemudian menawari perjalanan haji lewat Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menceritakan cara Andi yang berasal dari Jambi ini saat meyakinkan dirinya agar mau memberangkatkan jamaah lewat Filipina.
"Dia bilang lewat seorang bernama Syech Rosyidi, ia menjamin perjalanan aman karena syech tersebut sudah sering memberangkatkan jemaah dari Indonesia. Ada juga dari Malaysia yang berangkat lewat dia. Andi bilang, setiap tahun jelang musim haji, syech ini selalu datang ke Indonesia untuk mencari orang yang mau diberangkatkan," terangnya dengan bahasa yang sangat lancar.
Ketua KBIH Arafah Pandaan, Nurul Huda |
Nurul mengungkapkan, sejak dirinya mendapat kabar jemaah yang diberangkatkannya mendapat masalah di imigrasi, ia langsung telepon Andi berkali-kali.
"Saya telepon berkali-kali, diangkat tapi pak Andi tidak bisa memberikan solusi," terangnya.
Sekali lagi, Nurul mengulang pernyataannya bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat buruk. "Saya minta maaf atas kejadian ini," katanya.
Dicecar wartawan apakah ia siap jika para korban membawa kasus tersebut ke ranah hukum, dia menjawab diplomatis.
"Saya tidak punya niat jelek. Saya selama ini nggak pernah ada masalah dengan dengan warga Pasuruan, saya baik sama pemerintah baik, sama Kemenag dan kepolisian," ujarnya. (fat/try)












































Ketua KBIH Arafah Pandaan, Nurul Huda