Perebutan Ketum PDIP Mengerucut, Guruh Menantang Megawati
Senin, 28 Mar 2005 12:08 WIB
Jakarta -
Menjelang pembukaan kongres ke 2 PDIP yang berlangsung di Hotel Inna Grand Bali Beach, kawasan Sanur, Senin (28/3/2005) pertarungan perebutan Ketua Umum PDIP mengerucut menjadi dua kekuatan. Kekuatan pertama adalah kubu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang maju kembali dalam pencalonan pemilihan ketua umum, dan penantangnya dari gerakan pembaruan PDIP, yakni Guruh Soekarnoputro dan Laksamana Sukardi.Hitung-hitungan di atas kertas, kubu Megawati Soekarnoputri masih cukup kuat. Hasil dari konfercabsus yang dilakukan oleh cabang-cabang PDIP, 90 persen lebih masih mencalonkan Megawati Soekarnoputri. Sementara sisanya, dari 414 cabang, Guruh Soekarnoputro banyak mendapat dukungan. Dukungan terhadap Guruh diperkirakan berasal dari Kalimantan Timur, Papua,Sidoarjo, dan salah satu DPC di Bali. Sedangkan Sophan Sophian dan Arifin Panigoro yang selama ini disebut-sebut akan masuk bursa pencalonan, karena tidak ada cabang yang mencalonkan mundur dan memilih memberikan dukungan kepada Guruh Soekarnoputro. Guruh yang juga adik kandung Megawati Soekarnoputri maju dalam pencalonan ketua umum PDIP setelah mendapat dukungan dari kubu pembaruan PDIP. Gerakan ini menginginkan adanya proses regenerasi di PDIP, dengan memperjuangkan model kepemimpinan transisi menuju partai modern di PDI-P, yakni dengan konsep presidium.Kubu pembaruan menentang rencana kubu Megawati yang tetap memberlakukan adanya hak prerogatif ketua umum PDIP, menentang adanya formatur tunggal yang akan menyusun kepengurusan.Tokoh-tokoh dalam gerakan pembaharuan antara lain Guruh Soekarnoputro, Arifin Panigoro, Laksamana Sukardi, Roy BB Janis, Noviantika Nasution, Didi Supriyanto, Tjiandra Widjaja, Sukowaluyo Mintorahardjo, Sophan Sophian, dan Potsdam Hutasoit. Sementara itu, dukungan untuk Megawati tak kalah kuat. Pendukung utama jelas dari suaminya Taufik Kiemas dan barisannya. Selain itu, dukungan juga dari mereka yang ada di DPR dan berbagai kubu lainnya. Sementara dari DPP PDIP yang memberikan dukungan penuh adalah Sekjen Soetjipto, Wakil Sekjen Pramono Anung, Mangara Siahaan dan lain-lain. Dan yang membuat kubu Megawati optimis akan menang adalah dukungan dari berbagai daerah.Akibat dari dua kubu besar ini, jika salah satu tak terpilih dikhawatirkan munculnya perpecahan pasca kongres. Karena itu, sejumlah pihak terutama tokoh-tokoh PDIP senior menghimbau jika Megawati terpilih kembali menjadi Ketua Umum PDIP, perlu melakukan rekonsiliasi dengan mengajak semua komponen PDIP untuk bersatu.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































