Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Kepulauan Meranti, Iqqaruddin, dalam perbincangan dengan detikcom. Iqaruddin menjelaskan, dalam aksi demo tersebut, memang sempat terjadi keributan. Suasana sempat menurun setelah ada satu pendemo yang tewas.
"Tapi tadi sempat terjadi keributan kembali. Ada dua sepeda motor milik anggota Polres Meranti yang dibakar warga," kata Iqaruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tadi barusan melakukan negosiasi dengan pihak Polres terkait diamankannya 4 orang tadi. Ada kesepakatan, akhirnya dibebaskan," kata Iqaruddin.
Pembebasan itu tentunya, kata Iqaruddin, untuk meredam situasi yang terus memanas.
"Akhirnya dari kesepakatan 4 warga tadi sudah dibebaskan. Kita berharap situasi ini segera mereda," kata Iqaruddin.
Sebagaimana diketahui, demo seribuan massa ini dipicu tewasnya Apri Andi Pratama (24) yang diduga dianiaya polisi. Apri diburu polisi karena menikam Brigadir Adil hingga tewas.
Apri dilumpuhkan polisi dalam pengejaran dengan menembak kakinya. Saat ditembak, Apri masih hidup. Foto-foto Apri saat ditembak polisi menyebar di media sosial.
Warga marah, Apri ditangkap pukul 03.00 WIB di Kecamatan Merbau. Saat dibawa ke Selatpanjang, Apri akhirnya tewas mengenakan. Warga menduga, Apri sengaja dihabisi. Inilah yang membuat warga marah. (cha/try)











































