Sindikat Pembobol ATM dengan Modus Bantuan Bencana Alam Dibekuk di Medan

Sindikat Pembobol ATM dengan Modus Bantuan Bencana Alam Dibekuk di Medan

Jefris Santama - detikNews
Kamis, 25 Agu 2016 15:56 WIB
Barang bukti yang diamankan polisi dalam kasus pembobolan ATM (Foto: Jefris Santama/detikcom)
Medan - Sindikat pembobol ATM yang berkeliaran di sejumlah daerah Sumatera Utara (Sumut) dibekuk polisi. Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku melancarkan aksinya degan modus terlebih dahulu melihat PIN ATM korbannya kemudian berdalih akan memberikan sumbangan bencana alam.

"Ketiga pelaku tersebut bernama Ramli (50), Baharuddin (48) dan Kurniawan Syamsul (41). Ketiganya kita tangkap di tempat persembunyiannya di Batam," kata Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Bonic dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (25/8/2016).

Ronni menjelaskan, para pelaku terakhir kali menjalankan aksinya di ATM salah satu Supermarket di Medan. Mereka saat itu melihat korban bernama M Isa dan memperhatikan PIN ATM-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah seorang dari pelaku memperhatikan PIN ATM korban. Setelah mengetahui pinnya, pelaku kemudian menegur korban kemudian berpura-pura kartu ATM-nya hilang," sambungnya.

Dengan modus itu, pelaku kemudian meminjam kartu ATM korban seterusnya ditukar dan dikembalikan dengan yang palsu. Pelaku berdalih akan memberikan dana sumbangan bencana alam.

"Pelaku yang sudah mengetahui PIN ATM korban kemudian mengambil uangnya," imbuh Ronni.

Komplotan pembobol ATM dibekuk di Medan, Kamis 25 Agustus 2016

Korban yang mengetahui uang yang ada di ATM-nya berkurang jutaan rupiah dan merasa tidak ada mengambil uang kemudian melapor ke pihak kepolisian. Polisi kemudian melakukan penyelidikan.

"Akhirnya, ketiga pelaku dapat kita tangkap kemarin di tepat persembunyiannya di Batam. Tak ada perlawanan saat kita tangkap mereka," ujarnya.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah telepon genggam, sejumlah uang tunai dan beberapa lembar kartu ATM. "Para pelaku ini sudah menjalankan aksinya dalam delapan bulan belakangan ini. Mereka sudah ditahan dan kita masih kembangkan kasus ini," tutup Ronni. (trw/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads