"Pertama, melakukan perbaikan-perbaikan , perkerasan dan penguatan untuk jalan-jalan yang mengalami kerusakan," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Andri Yansyah di kantornya, Jalan Taman Jati Baru, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016).
Andri menyampaikan hal itu usai rapat evaluasi ganjil-genap di kantornya. Dalam rapat evaluasi, hadir pula Ditlantas Polda Metro Jaya yang diwakili Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro AKBP Budiyanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketiga, kami harus memperhatikan jalan-jalan alternatif. Hasil dari suvei, jalan-jalan alternatif mengalami peningkatan (volume kendaraan) 3-4%," jelasnya.
Untuk menjaga jalan-jalan alternatif yang mengalami volume kendaraan, pihaknya akan menempatkan banyak petugas di jalan-jalan alternatif itu.
Keempat, Dishub DKI juga akan mengevaluasi Moveable Concrete Barrier (MCB/separator jalan yang bisa dipindahkan-red) di sepanjang jalur ganjil-genap, apakah perlu dipasang atau dicabut.
"Setelah ini tim akan survei lapangan. Kami minta satu minggu diselesaikan," tuturnya.
Pemasangan MCB ini juga berkaitan dengan sterilisasi busway, agar headway bus TransJ tetap dijaga dan dan steril. Hasil evaluasi ganjil-genap menunjukkan penumpang bus TransJ mengalami kenaikan 30% saat kebijakan itu diujicobakan akhir Juli-akhir Agustus 2016.
"Sehingga masyarakat betul-betul pengen naik kendaraan umum," tutur dia. (nwk/nwk)











































