Demikian disampaikan, Komandan Korem (Danrem) 031 Wira Bima, Brigjen Nurendi kepada detikcom, Kamis (25/8/2016). Menurut Nurendi, Pangdam I Bukit Barusan sudah memerintahkan Aspers Kodam I untuk membangunkan rumah orang tua Praka Wahyudi yang lebik baik lagi.
"Jadi Pangdam I Bukit Barisan akan membedah rumah Praka Wahyudi di kampung halamannya di Magetan," kata Nurendi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara dan pimpinan serta kita semua berduka dan memberikan penghormatan serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepad almarhum yang telah mengorbankan dan menyerahkan jiw dan raganya untuk bang dan negara terutama untuk masyarakat Riau," kata Nurendi.
Brigjen TNI Nurendi |
Karena itu, lanjut Nurendi, semangat Satgas Karhutla harus bersatu padu dengan satu visi misi hentikan pembakaran lahan dan hutan di Riau.
"Di Riau ini yang terjadi adalah sengaja membakar lahan. Apa masih tega lagi membakar lahan dengan gugurnya Praka Wahyudi," kata Nurendi.
Sebagaimana diketahui, pada 19 Agustus Praka Wahyudi dinyatakan hilang oleh Satgas saat melakukan pemadaman di lahan yang terbakar di Kabupaten Rohil. Pada 23 Agustus ditemukan meninggal dunia dalam kondisi luka bakar sekujur tubuh. Jenazahnya ditebangkan dari Pekanbaru, Rabu (24/8) dan malam harinya dimakamkan di pemakaman umum di Magetan. Pihak keluarganya menolak untuk di makamkan di Taman Makam Pahlawan. (cha/try)











































Brigjen TNI Nurendi