Di sela-sela acara pembekalan ibadah di hotel tempatnya tinggal di gedung 406, Makkah, Kamis (25/8/2016), Kadarusno bercerita soal perjuangannya agar bisa beribadah haji. Dia mendaftar sejak tahun 2009 lalu dan akhirnya bisa berangkat tahun ini.
Kadarusno bagian dari kloter 6 embarkasi Surabaya. Dia berasal dari Madiun, Jawa Timur dan datang bersama dengan 256 jemaah lainnya dari daerah yang sama. Ayah anak dua itu sudah menjalani ibadah arbain selama 9 hari di Madinah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya, Kadarusno berangkat bersama sang istri tahun 1994. Namun dia sakit usus cukup berat. Pengobatan intensif perlu dilakukan. Duit untuk berhaji pun ludes.
Namun Kadarusno tak berkecil hati. Setelah sembuh beberapa tahun kemudian, pria yang sehari hari bekerja sebagai petani itu bertekad menabung kembali untuk haji. Hingga akhirnya terkumpul uang untuk mendaftar pada tahun 2009.
"Saya lalu ternak lembu. Tahun 2016 dijual untul melunasi haji," kisahnya.
Kini, pria bercucu empat ini sudah lega bisa berada di Tanah Suci dalam kondisi sehat. Dia sudah menjalani ibadah umrah, sampai mengunjungi jabal nur dan jabal rahmah. Ibadah di masjidil Haram pun sudah dinikmatinya.
"Nikmat semuanya. Bisa melihat kakbah dan ibadah lainnya. Sekarang saya bersiap untuk wukuf terus pengin pulang," harapnya. (mad/hri)











































