"Dukung Risma (ke Pilgub DKI)," teriak salah satu pengunjuk rasa di depan kantor DPP PDIP di jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016).
Mereka kemudian menyinggung soal kerelaan warga Surabaya melepas Risma maju Pilgub DKI. "Warga Surabaya saja sudah merelakan Risma ke Jakarta," sahut pendemo yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Unjuk rasa diikuti sekitar 70 orang yang berasal dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JMRK) dan Urban Poor Consortium Jakarta. Mereka tiba di kantor DPP PDIP sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (25/8/2016) pagi.
Mereka menuntut PDIP tidak mengajukan Ahok di Pilgub DKI. Alasannya, Ahok dinilai telah banyak menyengsarakan masyarakat bawah dengan banyak melakukan penggusuran.
![]() |
Dalam orasinya mereka mengaku sebagai kader PDI. Mereka pun mendorong PDIP untuk mengajukan kadernya sendiri maju Pilgub DKI. "Apakah PDI Perjuangan tidak ada lagi calon dari kader PDI perjuangan yang lebih bih baik dari Ahok?," kata Muhtar (85) salah satu peserta unjuk rasa yang melakukan orasi.
Saat ini beberapa perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Pelaksana tugas Dewan Pimpinan Daerah PDIP DKI Jakarta Bambang DH. Pertemuan masih berlangsung. (erd/trw)













































