Sehari Bersama Fethullah Gulen

Tak Ada Sekolah yang Didirikan Gulenis di AS yang Ditutup

Arifin Asydhad - detikNews
Kamis, 25 Agu 2016 10:31 WIB
Foto: Gedung Pioneer Academy/Foto: Arifin Asydhad
New Jersey - Pasca isu kudeta 16 Juli 2016, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengirimkan surat-surat kepada negara-negara lain agar menutup sekolah-sekolah yang `didirikan pengikut Gulen, termasuk ke Indonesia. Namun, pemerintah Indonesia dengan tegas menolak permintaan Erdogan. Di Amerika Serikat, pemerintah Barack Obama juga tidak menutup sekolah-sekolah yang didirikan para Gulenis (pengikut Gulen-Red).

Di AS, ada empat sekolah swasta (private) yang didirikan oleh Gulenis, yang salah satunya adalah Pioneer Academy yang berada di New Jersey. Sekolah swasta ini memang berbiaya mahal dan hanya menerima sedikit murid, namun berkualitas tinggi. Selain dua sekolah swasta, para Gulenis juga mendirikan lebih dari 200 sekolah negeri (public school) yang tersebar di seantero Amerika bekerjasama dengan pemerintah Amerika Serikat.

Sekolah-sekolah di Amerika ini merupakan bagian dari gerakan Hizmet yang dilakukan para Gulenis untuk meningkatkan kualitas masyarakat, tidak hanya masyarakat muslim. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat adalah dengan peningkatan mutu pendidikan. Selain kesehatan, gerakan Hizmet juga fokus bidang kesehatan dan mempromosikan kedamaian.

Mehmet Yasa, Wakil Presiden Yayasan Golden Generation yang juga salah satu anggota dewan (board member) di yayasan yang mengeoperasikan Pioneer Academy, memastikan bahwa tidak ada satu sekolah pun yang didirikan pengikut Gulen yang ditutup. "Ini negara demokrasi. Tudingan Pemerintah Turki bahwa Fethullah Gulen terlibat kudeta tidak mempengaruhi kegiatan di sekolah-sekolah kami," kata Mehmet.

Mehmet Yasa Mehmet Yasa (baju biru
Menurut Mehmet, orangtua siswa tidak terpengaruh dengan tudingan Presiden Erdogan terhadap Gulen sebagai dalang kudeta. Hal ini karena Gulen sudah membantah dan menegaskan dirinya tidak terlibat kudeta dalam waktu segera. "Para orang tua siswa juga sudah melihat bukti bahwa sekolah-sekolah Turki di Amerika sudah beroperasi lebih dari 20 tahun. Mereka tidak percaya dengan tudingan terhadap Gulen," terang Mehmet.

Hanya saja, kata Mehmet, memang ada sedikit dampak dari isu kudeta, salah satunya banyak pengusaha di Turki yang mengirimkan anak-anaknya sekolah di Pioneer Academy yang akhirnya terganggu persoalan finansialnya. Sebab, perusahaan-perusahaan mereka di Turki saat ini ditutup Erdogan, bahkan sebagin mereka ditangkap dengan tuduhan sebagai pengikut Gulen dan terlibat kudeta. Para pengusaha itu sebelumnya juga memberikan donasi untuk operasional sekolah-sekolah Turki di luar negeri.

detikcom berkesempatan melihat dari dekat Pioneer Academy di New Jersey pada Jumat (19/8/2016). Namun, saat itu, proses belajar mengajar di sekolah ini sedang sepi, karena sudah masuk libur musim panas. Hanya terlihat beberapa siswa yang mengikuti program summer camp dan juga beberapa guru yang sedang mengikuti pelatihan di sebuah ruang kelas.

Bagian dalam Pioneer Academy/Foto: Arifin Asydhad
Pioneer Academy didirikan sejak 15 tahun lalu. Saat ini, ada sekitar 200 siswa yang bersekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga kelas 12 (SMU). Menurut seorang guru Arif Cagirici, mayoritas siswa berasal dari Turki, sisanya adalah siswa dari sekitar 20 negara. Ada sekitar 100 siswa pria di Pioneer Academy yang mengambil program boarding.

Kamar untuk program boarding/Foto: Arifin Asydhad
Pioneer Academy memiliki gedung yang sangat bagus. Gedung dengan ruang kelas modern ini baru didirikan empat tahun lalu. Sebelumnya gedungnya tidak sebagus ini. "Sekolah ini sudah didirikan sejak 15 tahun lalu tapi gedung sekolah ini baru dibangun empat tahun lalu," kata Mehmet. Ruangan kelas dibuat modern, dengan kelas dibuat berbeda-beda sesuai dengan mata pelajaran. Begitu juga dengan ruang laboratorium. Selain proses belajar mengajar formal, di sekolah ini juga dibuat banyak club-club untuk menambah pengetahuan siswa, termasuk ada club bahasa Arab.

Pioneer Academy merupakan sekolah umum, bukan sekolah agama, yang menerapkan disiplin yang ketat. Banyak sekali aturan, terutama untuk program boarding. Asrama siswa putra sendiri dibuat berkelas, seperti apartemen. Para siswa program boarding memiliki jadwal-jadwal tertentu seperti kehidupan di pesantren. Hanya saja fasilitasnya memang bagus dan modern, ada tempat olahraga, fitnes, dan ruang makan yang bersih.

Ruang Gym
Tujuan utama Pioneer Academy ini untuk mempersiapkan siswa masuk ke perguruan tinggi dengan kualitas yang terbaik. Hampir 100 persen siswa di Pioneer Academy lulus dan masuk perguruan tinggi bergengsi di Amerika Serikat setiap tahun.

Ruang kelas matematika
Menurut Mehmet, sekolah-sekolah yang didirikan para pengikut Gulen di Amerika Serikat juga memberi beasiswa bagi sebagian pelajarnya. Menurut dia, 30 persen biaya untuk beasiswa itu diambil dari sumbangan para pengusaha Turki yang sukses.

Ruang musik
"Banyak pengusaha Turki yang menyekolahkan anak-anak mereka ke Pioneer Academy memberi sumbangan dan 30 persen dari dana tersebut diperuntukkan bagi beasiswa, bahkan di New York 40 persen dari dana sumbangan tersebut untuk beasiswa," kata dia.

Selain sekolah, lembaga-lembaga lain yang didirikan Gulenis di Amerika Serikat, seperti toko buku Ant Book Store juga tetap bisa beroperasi dengan baik. Toko buku ini menjual buku-buku umum selain buku-buku karya Gulen. Di toko buku ini juga ada cafe yang menyediakan kopi dan teh Turki. Saat detikcom mampir ke Ant Book Store di New Jersey, toko buku ini masih cukup ramai dengan konsumen. (asy/fjp)