PDIP hingga kini belum mengumumkan siapa pasangan calon yang didukung atau pun diusungnya. Tetapi cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah lebih dahulu mengklaim mendapat restu dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Klaim itu seakan diamini oleh Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. Dia menyebut deklarasi dukungan hanya soal waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk sampai saat ini, konstelasi saat ini kita lebih berat ke petahana, karena kinerja berkorelasi dengan aspirasi masyarakat," kata Hendrawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2016).
Rupanya internal PDIP sendiri pun berbeda pendapat soal Ahok. Ketua DPP bidang Politik PDIP Andreas Hugo Pereira menyebut kalau Ahok ingin didukung partainya, maka seharusnya jadi cawagub.
"Kalau menurut kalkulator politik, seharusnya Pak Ahok jadi wakil. Kalau dia punya 23 kursi, kita punya 28 kursi lebih banyak dong," kata Andreas di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8).
Sementara itu Megawati tak bersuara atas klaim terhadap partainya. "Siapa cagub PDIP, Risma atau Ahok?" tanya wartawan di acara pameran Arsip Nasional di Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Apa jawaban Megawati?
Presiden ke-5 RI itu hanya menoleh ke wartawan, tersenyum, lalu berjalan menuju mobilnya. Megawati meninggalkan wartawan tanpa jawaban.
Organisasi sayap PDIP Repdem yang kemudian angkat bicara. Mereka menolak jika PDIP mendukung Ahok.
"Bahwa Jakarta selama dipimpin Ahok kerap mengeluarkan kebijakan yang menyakiti rakyat kecil. Beda Ahok dengan Jokowi yang mampu melakukan pedekatan dengan masyarakat," kata Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Repdem Wanto Sugito dalam pernyataan tertulisnya, Jakarta, Rabu (24/8).
Mereka kemudian mendorong PDIP usung kader sendiri yang sudah terbukti. Kader yang dimaksud adalah Djarot dan Tri Rismaharini.
"Ada Pak Djarot Saiful dan Ibu Risma. Jadi Ahok harus tumbang," ujarnya.
Hampir bersamaan dengan pernyataan itu, Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) juga menawarkan nama Risma kepada cagub Gerindra Sandiaga Uno. MPJ menyarankan agar Sandiaga bersedia jadi cawagub untuk Risma.
"MPJ menegaskan dukungannya kepada SSU (Sandiaga Salahudin Uno) sebagai kandidat gubernur atau wakil gubernur. Sambil MPJ menyuarakan pasangan alternatif terbaik untuk mengalahkan petahana. Pasangan alternatif terbaik yaitu Risma-SSU," demikian keterangan MPJ. (bag/tor)











































