Menpora yang ditemani oleh Deputi Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara menutup pendidikan paskibraka tersebut di Wisma Soegondo Komplek PP-PON Cibubur, Jakarta, Rabu (24/8/2016) petang.
Sebelum penutupan, ada penandatangan MoU antara BNN dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Pusat yang bertujuan untuk meningkatkan peran serta dari anggota PPI dalam membantu pemerintah mengurangi pengedaran dan penayalahgunaan narkoba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini semua orang membicarakan tentang Paskibraka, seluruh lapisan masyarakat mengucapkan terima kasih anggota paskibraka yang telah mengibarkan bendera Merah Putih mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi hingga Istana Negara Jakarta," ujar Imam.
Meskipun anggaran Paskibraka dipotong, Menpora menilai semua kegiatan paskibraka berjalan dengan baik dan lancar.
"Walaupun ada pemotongan terhadap anggaran Paskibraka pada tahun 2016, tapi kita bisa melihat hasil yang dicapai bisa lebuh baik, ini berarti bahwa jika kita selalu melaksanakan sesuatu secara serius, efisien dan efektif, maka akan mendapatkan hasil yang maksimal," kata Imam.
Setelah satu bulan dilatih, digembleng, fisik, metal, spiritul, Menpora berharap 68 Paskibraka bisa mengaktualisasikan di kehidupan masyarakat.
"Ini baru satu tugas anti narkoba, belum tugas yang lain, selanjutnya kalian dapat memberikan kampanye-kampanye positif ke masyarakat untuk bisa mensuport dan mengajak anak-anak muda berperan dalam membangun bangsa dan negara," ujarnya.
"Sampaikan salam hormat saya, pelatih, panitia kepada orang tua kalian semua, masukan dari kalian semua akan kami perhatikan untuk menjadikan program ini lebih baik serta agar kami di kementerian bisa mengevaluasi dan membuat program baru untuk kemajuan bangsa ke depan," tutup Imam.
Pada kesempatan yang sama Kepala BIN Budi Waseso mengingatkan agar generasi muda menjauhi diri dari narkoba, karena bisa menghancurkan masa depan bangsa.
"Itulah sebabnya mengapa Presiden Jokowi menetapkan Indonesia darurat narkoba, di samping itu saat ini Indonesia menjadi pasar terbesar Narkoba di Asia Tenggara," ujarnya.
"Kepada adik-adik Purna Paskibraka yang saya banggakan, saya mengharapkan MoU ini dapat di tindak lanjuti, tidak hanya seremonial belaka, peran serta adik-adik didaerah dituntut untuk membantu upaya pemerintah dalam menghentikan pengedaran dan penyalahgunaan narkoba ini," kata Buwas. (ads/bag)










































