Pusat gempa bumi terletak pada 2,97 lintang selatan dan 100,15 bujur timut. Lokasi tepatnya di laut pada jarak 6 Km arah barat Kecamatan Malakopa Pagai Selatan pada kedalaman 25 km. Gempa ini turut dirasakan di beberapa lokasi.
"Dampak gempa bumi berupa guncangan cukup kuat dirasakan di Malakopa, Muntai, Siberut, Siberimanua, Sikakap, Mukomuko, Solok, Painan, dan Padang pada skala intensitas II SIG BMKG (II-III MMI). Banyak warga terkejut dan sempat berlarian keluar rumah akibat guncangan gempa bumi yang terjadi secara tiba-tiba ini," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Rabu (24/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gempa bumi ini jika ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya merupakan gempabumi dangkal di zona megathrust. Zona ini merupakan zona penyusupan Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di kedalaman dangkal dan landai di bawah Pulau Pagai. Jika gempa bumi megathrust terjadi dengan kekuatan besar maka dapat berpotensi tsunami," terang Daryono.
Di wilayah ini pada 25 Oktober 2010 pernah terjadi gempa sekuat 7,2 SR. Pada saat itu, muncul tsunami setinggi 5 hingga 7 meter. Dampak peristiwa itu ialah kerusakan pada permukiman pantai. Menurut laporan sebanyak 450 orang penduduk Pulau Pagai meninggal dan hilang akibat gempa bumi dan tsunami lokal yang dahsyat ini. (bag/bag)











































