"Terserah mau menuduh begitu. Justru saya enggak mau kampanye," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).
Ahok mengatakan, yang dia inginkan adalah adanya opsi bagi gubernur petahana terkait kampanye Pilkada. Untuk itu dia mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar ada pilihan baginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau iya, kamu paksa saya berhenti. Ini Jakarta kalau dua putaran, masa (harus cuti) enam bulan? Dikebiri dong saya. Orang Jakarta kehilangan gubernur dong 6 bulan. Berarti melanggar konstitusi dong? Saya kan dijamin konstitusi," tambah Ahok.
Kecuali, lanjut Ahok, jika kebijakannya seperti Pilkada sebelumnya. Di mana gubernur petahana bisa mengambil cuti hanya pada saat kampanye saja.
"Kecuali kalau saya mau dibalikin seperti kaya dulu. Kalau kampanye baru cuti, Sabtu dan Minggu kampanye, enggak perlu cuti karena bukan hari kerja. Kecuali begitu. Ini kan enggak. Saya bilang saya rela, asal saya punya pilihan," tegas Ahok.
(rjo/erd)











































