Soal Wacana Full Day School, Mendikbud Harus Tambah Guru Berkualitas

Soal Wacana Full Day School, Mendikbud Harus Tambah Guru Berkualitas

Niken Purnamasari - detikNews
Rabu, 24 Agu 2016 16:23 WIB
Soal Wacana Full Day School, Mendikbud Harus Tambah Guru Berkualitas
Foto: Diskusi soal pendidikan/Foto: Niken Purnamasari
Jakarta - Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendy untuk menerapkan sistem Full Day School (FDS) menuai beragam pendapat. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Transformasi Pendidikan (KMSTP) menilai, sistem FDS harus dibarengi dengan peningkatan kualitas para guru.

Koordinator KMSTP Febri Hendri menuturkan, jika nantinya wacana Full Day School direalisasikan, Kemendikbud harus siap untuk menambah jumlah guru berkualitas, disertai dengan penambahan anggaran.

"Full Day School harus ada tambahan guru. Harus ada anggaran gaji, tunjangan, serta pensiunnya," ujar Febri dalam diskusi di Tartine Restaurant, Jl. Jenderal Sudirman, Jakpus, Rabu (24/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih jauh anggota KMSTP Eka Simanjuntak menilai, Muhadjir seharusnya lebih fokus untuk meningkatkan jumlah serta kualitas guru di Indonesia. Utamanya di daerah terpencil. Selain itu, banyak guru yang belum menjalankan tugasnya sesuai dengan standar kompetensi.

"Mulai dari Pak Muhammad Nuh dan Anies (Mendikbud sebelumnya), isu guru sangat penting. Banyak sekolah yang nggak punya guru lengkap, terutama daerah terpencil. Kalaupun ada, banyak guru ini belum melakukan tugas dengan baik. Guru yang rajin pun belum tentu kompeten," kata Eka.

Ia menambahkan, Mendikbud saat ini seharusnya dapat membuat program berkelanjutan untuk pengembangan kapasitas guru dalam bentuk road map yang berkelanjutan.

Perwakilan orang tua murid yang hadir dalam diskusi, Jumono, menambahkan bahwa sistem full day school yang diwacanakan oleh Mendikbud salah kaprah. Sebab, masih banyak terdapat sistem di sekolah yang dinilai belum mumpuni melaksanakan FDS.

"Pak Menteri nggak lihat ada biaya tambahan kalau 8 jam anak ada di sekolah. Sekarang masih banyak sekolah yang nggak nyaman. Anak nggak happy di sekolah. Lebih baik merombak soal kualitas guru kita," tutur Jumono.

Dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Muhadjir mengatakan Full Day School adalah cara pemerintah untuk mendongkrak yang masih rendah. Sistem tersebut dikemas dalam bentuk pendidikan karakter dengan bermacam aktivitas.

"Full day itu sebenarnya pendidikan karakter. Itu pilihan kita menambah jam belajar di sekolah. Kemudian diisi dengan aktivitas-aktivitas macam-macam. Full day adalah cara mendongkrak sistem pendidikan kita yang masih rendah," ujar Muhadjir.

(nkn/fjp)


Berita Terkait