Cekungan Pasir di Pantai Kuta, Saksi Bisu Pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa

Polisi di Bali Dihabisi Bule

Cekungan Pasir di Pantai Kuta, Saksi Bisu Pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 24 Agu 2016 16:03 WIB
Cekungan Pasir di Pantai Kuta, Saksi Bisu Pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa
Lokasi perkelahian David dan Aipda I Wayan Sudarsa (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Lokasi tewasnya Aipda I Wayan Sudarsa di Pantai Kuta, depan Hotel Pullman, Jalan Pantai Kuta, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung masih dikelilingi garis polisi.

Garis polisi itu mengelilingi dari gapura pintu masuk Pantai Kuta hingga ke dalam kawasan pantai. Lokasi itu merupakan salah satu lapak milik pedagang yang berjualan minuman dingin dan persewaan papan surfing.

Meja milik pedagang yang menempel dengan dinding pembatas gapura dengan pantai tampak berlubang di salah satu sisinya. Tak hanya lapak itu juga tampak berserakan daun-daun kering.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto: Aditya MT/detikcom

Ada salah satu cekungan yang tampak dari kejauhan. Menurut informasi yang dihimpun detikcom di lokasi Selasa (23/8/2016) cekungan itu merupakan lokasi pergumulan antara David Taylor (34) dengan Aipda Wayan. Bahkan di lokasi itulah Aipda Wayan ditemukan tewas terlentang dengan penuh luka.

Masih tampak jelas bekas banten (sajen) dari upacara Mecaru. Upacara Mecaru itu dilaksanakan oleh masyarakat adat Legian sebagai upaya pembersihan.

Wisatawan masih hilir mudik menikmati matahari terbenam di Pantai Kuta. Mereka tidak nampak terganggu dengan adanya garis polisi itu.

"Dagangan saya malah laris. Masih banyak bule yang menikmati sunset sambil minum bir di sini," ujar Wayan Sutarte pemilik Cafe Beach Rescue yang berlokasi di sebelah TKP.

Foto: Aditya MT/detikcom


Sutarte mengakui banyak yang menggunakan pantai sebagai lokasi pacaran. Namun ada Satuan petugas (satgas) yang dibentuk oleh masyarakat adat Legian untuk melakukan kontrol karena ada barang milik pedagang.

"Sering banyak jg yang pacaran malem-malem. Diimbau sama satgas pukul 22.00 WITA diperingatkan meninggalkan pantai supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," bebernya.

Di gerbang ini, menurut keterangan polisi, awalnya David dan Aipda I Wayan bertemu (Foto: Aditya MT/detikcom)

Salah satu petugas satgas bernama Astra membenarkan pihaknya rutin berkeliling menjaga keamanan pantai. Astra menyebut pihaknya rutin mengimbau pengunjung sejak pukul 21.00 WITA untuk meninggalkan lokasi pantai dan tengah malam dia memastikan sudah tidak ada tamu.

"Di atas pukul 00.00 WITA enggak ada orang di pantai, sudah ditutup," tukasnya.

Astra membenarkan lokasi kejadian masuk di wilayah penjagaannya. Namun lokasi TKP yang berada di luasnya wilayah pantauan dan kurangnya personel membuatnya daerah itu kurang terpantau.

"Kan kita cuma berlima kurang banyak untuk tugas malamnya. Karena jaraknya begitu jauh, paling nyebar 2-2 orang, standby di kantor 1 orang," cetusnya.

Foto: Aditya MT/detikcom

"Selama ini jarang ada kejadian seperti itu. Cuma baru kejadian itu aja. Itu pun di luar jam, pukul 03.00 WITA itu sudah waktunya kita keliling untuk istirahat," katanya.

Hingga saat ini tersangka David dan Sara masih menjalani berbagai pemeriksaan dari polisi. Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti terkait penganiayaan yang mengakibatkan pembunuhan Wayan. (ams/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads