Sehari Bersama Fethullah Gulen

Melihat dari Dekat Kamp Tempat Tinggal Gulen

Arifin Asydhad - detikNews
Rabu, 24 Agu 2016 09:20 WIB
Bangunan utama Kamp GRWRC/Foto: Arifin Asydhad
Pensylvannia, - Kamp Golden Generation, Worship and Retreat Centre (GGWRC) sungguh asri. Area ini diselimuti oleh pepohonan dan rerumputan yang hijau. Suara gemericik air selalu terdengar dari sungai-sungai kecil yang memang berair jernih. Udaranya sungguh segar, jauh dari gangguan polusi.

Area seluas 25 acre atau sekitar 10 hektar ini berada di daerah perbukitan di pedesaan Saylorsburg, Pennsylvania, sekitar satu setengah jam dari Kota New Jersey, Amerika Serikat. Kamp ini dijaga petugas sekuriti yang akan mengizinkan tamu untuk masuk ke dalam.

Pintu masuk ke kamp
Hanya ada sekitar 2 bangunan utama dan sekitar 8 guest house, serta beberapa bangunan kecil. Selebihnya kamp ini kawasan seperti hutan yang penuh dengan pepohonan, seperti pohon cemara berbagai jenis, mapple, dan bunga-bunga. Ada juga tanah lapang berumput yang biasanya dipakai oleh fasilitas olahraga pengikut-pengikut Gulen yang menimba ilmu. Juga ada danau buatan berukuran kecil.

Gedung utama tampak belakang
Suasana pedesaan yang tenang menggambarkan kehidupan yang tenang para penghuninya. Di sinilah Gulen tinggal sejak 1999, meninggalkan hiruk pikuk Turki dan keramaian Amerika. Gulen sangat jarang meninggalkan kamp ini. Kegiatannya setiap hari ia habiskan hanya untuk memberikan ceramah, memimpin pengajian, beribadah, diskusi, dan menerima tamu.

Gedung dinding kayu yang ditinggali Gulen
Osman, salah seorang pengurus Yayasan Golden Generation, menjelaskan bahwa kamp ini bukan milik Gulen. "Kamp ini awalnya adalah tempat privat yang kemudian kami beli dengan bersama-sama pengusaha muslim Turki yang ada di New York dan New Jersey. Ini kami bangun sebagai maksud sebagai tempat pusat ibadah, belajar agama, meditasi, dan berdoa," kata Osman Minggu (21/8/2016).

Baca Juga: Sehari Bersama Fethullah Gulen

Kamp ini ada sebelum Gulen pindah ke Amerika. Setelah pindah ke Amerika dan menjalani operasi bypass jantung, Gulen disarankan untuk tinggal di tempat yang sejuk untuk pemulihan. "Akhirnya kami lah yang mengundang Gulen untuk tinggal di kamp sekalian mengajar dan menyampaikan ceramah-ceramah. Beliau pun mau," kata Osman.

Suasana hijau di kamp
Gulen, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk Islam, tinggal di sebuah kamar berukuran 45 meter persegi di sebuah gedung berdinding kayu. Dia tinggal seorang diri di ruangannya, karena memang tidak memiliki istri dan anak. Kamar itu dibagi menjadi tiga bagian. Ruang kerja dan ruang tidur seluas 15 meter persegi. Sisanya adalah ruangan untuk ta'lim. Ruangan tempat tinggalnya sangat sederhana.

Salah satu guest house
Baru beberapa bulan ini, Gulen pindah dari ruangan di gedung berdinding kayu ke gedung utama yang dibangun sekitar tiga tahun lalu. Di gedung baru ini, Gulen bisa lebih nyaman untuk pemulihan kesehatannya dan lebih aman. Ruangan yang ditinggali Gulen juga tidak besar.

Gedung utama yang terdiri dari tiga lantai ini menjadi pusat kegiatan Gulen. Selain tinggal di gedung ini, Gulen juga memberikan ceramah dan pengajian di ruangan ta'lim di gedung ini. Ruangan ta'lim yang dibangun dengan desain interior berciri khas Turki, termasuk karpetnya ini, juga digunakan untuk salat berjamaah lima waktu. Kaligrafi bertuliskan penggalan ayat Al Quran mengelilingi ruangan ini.

Danau kecil di tengah kamp
Sementara 10 guest house disediakan untuk para tamu yang sedang mengikuti pengajian dan butuh penginapan. Kalau menginap, para tamu memang dikenakan biaya oleh pihak yayasan. Saat saya berkunjung ke kamp ini, ada sekitar 50 orang mengikuti ta'lim. Mereka mayoritas adalah warga Turki. Ada juga beberapa warga negara lain. Sebagian dari mereka menginap di guest house yang telah disediakan.


(asy/fjp)