Ahok mengatakan hal ini untuk menjawab pertanyaan wartawan yang menyebutkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan jika dirinya menjadi Ahok, dia akan mengambil cuti untuk kampanye.
"Oh, enggak apa-apa, aku juga mau cuti," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016).
Namun, Ahok mengaku bingung. Sebab jika dirinya diharuskan untuk cuti, lantas Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat juga akan cuti, karena kabarnya akan ikut di kontestasi Pilkada DKI. Maka akan terjadi kekosongan di Pemprov DKI, meski nantinya dipimpin oleh Pelaksana Tugas.
"Kalau mau cuti, misalnya Sekda maju, Wagub maju, saya maju. Terus tiga (orang) maju, bagaimana? Kalau dua putaran, tiga pasang, maka 6 bulan cuti. Ini beda dengan Surabaya atau kota lain yang siapa menang (langsung) jadi," kata Ahok.
"Saya juga suka cuti, tapi harus ada keputusan hukum," tambah Ahok. (rjo/erd)











































