325 Lokasi di DKI Akan Ditertibkan, Ahok: Secara Politik Bodoh Nggak Saya?

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 23 Agu 2016 16:15 WIB
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta terus melakukan penertiban di beberapa wilayah yang dianggap tidak sesuai dengan tata ruang DKI. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan apa yang dilakukannya itu semata-mata untuk memudahkan warga DKI Jakarta.

Tercatat ada 325 lokasi yang akan ditertibkan sepanjang 2016 ini. Namun, kata Ahok, penertiban itu akan dibarengi dengan penyediaan rumah susun yang laik.

"Memang (penertiban), banyak. Jadi bagi kami, begitu rumah susunnya siap, maka semua normalisasi akan jalan," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016).

Ahok pun tak ambil pusing jika langkahnya ini dinilai merugikan dirinya dari segi politik. Apa yang dia lakukan adalah untuk kebaikan warga yang dipimpinnya.

"Maka, secara politik bodoh enggak saya? Kan mau pemilihan, harusnya saya tunda dong," katanya.

"Saya bukan bicara politik. Saya bicara rusunnya siap atau tidak. Kalau siap dorong. Karena orang itu sudah hidup lama di bawah tidak manusiawi," tambah Ahok.

Artinya, akan ada penggusuran di 325 wilayah penertiban itu?

"Bukan penggusuran. Pemindahan maksud saya. Kalau penggusuran itu kan digusur, dibuang, ini dipindah. Bayangin kalau dipindah, dapat KJP, dapat bus sekolah gratis, naik bus gratis, apa yang kurang senang. Dan sekarang tahu tidak ukuran rusun berapa? 36 loh. Bagus 36 itu, dua kamar, dan sebagian sudah terpasang pipa gas loh. Kamu enggak usah tenteng-tenteng tabung gas, tinggal buka, banyak yang ngiler," jelas Ahok.

Data yang dihimpun dari LBH Jakarta, yang menyebut datanya berasal dari APBD DKI dan Rancangan RDTR 2016, ada 55 lokasi di Jakarta Barat, 77 lokasi di Jakarta Selatan, 82 lokasi di Jakarta Timur, 57 lokasi Jakarta Pusat, dan 54 lokasi di Jakarta Utara yang akan ditertibkan. (rjo/tor)