Menlu Lakukan Upaya Diplomatik untuk Bertemu 2 Mahasiswi Indonesia di Turki

Bisma Alief - detikNews
Selasa, 23 Agu 2016 13:11 WIB
Menlu Retno Marsudi/ Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus berupaya mendapatkan akses kekonsuleran dari pemerintah Turki. Hal tersebut dilakukan untuk dapat bertemu dengan 2 mahasiswi Indonesia yang ditangkap oleh otoritas Turki.

Retno mengatakan dirinya dan jajarannya sudah bertemu dengan beberapa pejabat Turki dan Dubes Turki untuk Indonesia untuk membicarakan pemberian akses kekonsuleran. Karena pemberian akses kekonsuleran adalah tanggung jawab pemerintah Turki sebagai negara penerima para WNI.

"Jadi upaya kita untuk mendapatkan akses kekonsuleran terus menurus kita lakukan. Pada hari jumat, Dubes kita di Ankara bertemu Deputi Presiden dari Council of Higher Education. Kemudian pada hari sabtu, saya juga melakukan pembicaraan dgn Menlu Turki. Hari Senin, Dubes Turki untuk Indonesia juga saya panggil," ujar Retno di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016).

"Pesannya sama, pertama saya sampaikan mengenai pentingnya segera diberikan akses kekonsuleran bagi perwakilan kita di Ankara untuk dapat bertemu 2 mahasiswi kita," lanjutnya.

Dari hasil pertemuannya, Retno mengatakan, pihak Menlu Turki berjanji akan segera melakukan koordinasi dan perkembangan masalah 2 mahasiswi tersebut. Selain menggelar pertemuan dengan pihak Turki, Menlu juga melakukan pemetaan kepada mahasiswa Indonesia yang berada di Turki. Hasilnya ada total 738 mahasiswa yang berada di Turki. 248 mahasiswa diantaranya mendapatkan beasiswa.

248 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa di Turki, tersebar di 20 kota. Yang paling banyak berada di Istanbul sebanyak 62 orang. Kedua di Ankara ada 59 orang. Dan ketiga di Kayseri ada 27 orang. Mereka berasal dari 16 provinsi di Indonesia. Yang paling besar adalah dari Jawa Barat, Aceh dan Jawa Tengah.

"Kenapa perlu memetakan ini karena saya harus mulai bicara dengan Pemda para mahasiswa terkait kelangsungan pendidikan mereka," ujar Retno.

"Kita sarankan mereka segera meninggalkan tempat-tempat yang berhubungan dengan organisasi yang saat ini sedang bermasalah dengan pemerintah Turki. Sekali lagi kita tidak mencampuri politik dalam negeri turki. Tapi yang menjadi concern adalah perlindungan kepada WNI," imbuhnya.

Sebelumnya, 2 Mahasiswi Indonesia, DP asal Demak dan YU asal Aceh ditangkap oleh kepolisian Turki. Keduanya ditangkap karena saat dilakukan penggerebekan berada di rumah milik yayasan Fethullah Gulen. Gulen merupakan orang yang dituding pemerintah Turki berada di balik kudeta kepada Presiden Recep Erdogan. (rvk/rvk)