"Pak Menpar cukup jeli dalam memilih NTT sebagai tuan rumah Hari Nusantara 2016. Pancasila lahir di Ende, Bung Karno pernah di sana juga. Tahun kemarin dilaksanakan di Kalimantan. Untuk 2016 ditempatkan di NTT," kata Tjahjo Kumolo di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2016).
Salah satu tujuan utama Hari Nusantara ini lanjut Tjahjo, tidak sekedar merayakan Deklarasi Juanda saja. Akan tapi secara politik, budaya, dan ekonomi, dengan ditetapkan Hari Nasional di Lembata ini akan ada konektivitas antar kota, dan provinsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, NTT yang mempunyai kain tenun ikat yang cantik juga bisa menjadi daya tarik turis untuk datang kesana.
"Ini bisa jadi aset. Kulinernya NTT, jagungnya itu paling enak di Indonesia. Daging asapnya juga sangat populer. Ikan lautnya segar dan murah. Kalau irigasinya, 7 waduk di bangun, jalan lingkar dibangun, nanti akan bagus. NTT kota yang majemuk. Banyak agama-agama di sana. Konservatif tapi bersatu," ucap Tjahjo Kumolo. (yds/dhn)










































