Rombongan bus 1 dari kloter 002 embarkasi Banjarmasin yang terdiri dari 42 orang terpaksa harus berangkat kembali ke Bir Ali pagi ini padahal sudah berada di Makkah. Mereka tak diantar ke Bir Ali oleh sopir pada Sabtu (19/8) malam lalu, walau sudah diprotes di tengah jalan.
Baca Juga: Kisah Jemaah Tak Miqat di Bir Ali dan Akhir Haru Penyelesaiannya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
emaah haji dari embarkasi Banjarmasin kloter 002 terharu akhirnya bisa umrah (Rachmadin Ismail/detikcom) |
Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat mengatakan, sejak menerima laporan terkait kasus ini, dia sudah menegaskan bertekad untuk menyelesaikannya secara baik. Tujuannya hanya satu, menyempurnakan ibadah para jemaah.
Saat melepas para jemaah tersebut, Arsyad berpesan bahwa solusi ini tercapai berkat doa dari para jemaah yang sabar menanti selama dua hari terakhir. Juga hasil kerja keras tim panitia di Daker, sektor sampai kloter.
"Karena yakinlah karena saya lihat semua menunggu sekian tahun. Ketika sampai di sini, pelaksanaan ibadahnya betul yakin dan sungguh-sungguh. Nanti Bapak dan Ibu silakan laksanakan niat dengan baik dan jangan terpisah, selalu bersama," pesan Arsyad.
Diwawancarai terpisah, Arsyad menegaskan kasus ini akan jadi perhatian serius. Persoalan kesempurnaan ibadah adalah sebuah hal yang tak bisa ditawar. Walau ada alternatif seperti melewatkan miqat dan membayar dam, namun jemaah pasti akan merasa kurang puas.
"Ini menjadi kewajiban kami bagaimana bisa mengembalikan mereka ke tempat miqat semula, Bir Ali. Ini menyangkut masalah ibadah," tegasnya.
"Ada yang sudah menunggu 8 tahun, 10 tahun. Ini ibadah haji pertama yang bagi mereka harus sempurna. Nanti apa kata orang, mereka sudah sampai di Arab Saudi tapi tidak ambil miqat di Bir Ali, sementara teman lainnya, ambil. Ini akan muncul tanda tanya dan keraguan saat sampai di Tanah Air," paparnya.
Ke depan, persoalan ini akan diupayakan agar tidak terulang. Pihak bus akan dievaluasi, dan jemaah akan selalu diingatkan untuk berhenti mengambil miqat di Bir Ali. "Kalau hal ini karena kekeliruan pengemudi bus, maka kita akan minta perusahaan bus untuk mengingatkan para pengemudinya untuk ambil miqat di Bir Ali," imbuhnya.
Tentang Bir Ali
Masjid Bir Ali terletak di perbatasan tanah haram, tepatnya 11 kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah. Di lokasi tersebut adalah tempat miqat bagi jemaah haji Indonesia yang ingin memasuki Masjidil Haram, Makkah.
Foto: Masjid Bir Ali (Foto: Elvan Dany Sutrisno/detikcom) |
Dahulu di jaman Rasulullah Saw, Bir Ali adalah sebuah lembah yang disebut Lembah Aqiq. Lokasi masjid tempat mengambil miqat ini agak turun ke bawah, menuju lembah yang menghijau. Di belakangnya sebuah bukit berbatu cadas menjadi pemandangan lain yang juga menakjubkan mata. Bangunan Masjid Bir Ali seperti bangunan kotak, sang arsitek Abdul Wahid El Wakil terinspirasi oleh masyarakat disekitar lembah ini dalam rancangannya.
Masjid Bir Ali (Foto: Elvan Dany Sutrisno/detikcom) |
Masjid Bir Ali dikenal dengan banyak nama. Disebut Bir Ali (bir berarti kata jamak untuk sumur), karena pada jaman dahulu Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra menggali banyak sumur di tempat ini. Sekarang, bekas sumur-sumur buatan Sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak tampak lagi.
Masjid Bir Ali (Foto: Elvan Dany Sutrisno/detikcom) |
Miqat adalah salah satu rukun untuk melaksanakan umrah dan haji. Ada sejumlah tempat untuk melaksanakan miqat, namun khusus mereka yang datang dari Madinah, diambil di Bir Ali. Saat miqat, jemaah harus memakai ihram, niat berihram dan menaati larangan berihram.
Selain di Bir Ali, ada beberapa tempat Miqat lain seperti berikut:
1. Juhfah, biasanya digunakan oleh jemaah dari Mesir, Afrika Utara, Suriah, Yordania dan Libanon.
2. Wadi Aqeeq, ini berjarak 94 km dari Makkah. Biasanya digunakan untuk miqat oleh warga Irak.
3. Qarn al-Manazil terletak 94 km dari Makkah.
4. Yalamlam terletak 84 km dari Makkah. Biasanya digunakan oleh warga Yaman.
5. Miqat di dalam kota Makkah (untuk para mukimin atau umrah sunah): Ji'irranaa, Adni al-Hal dan Tan'eem.
detikcom selama bulan haji akan menerbitkan secara berkala artikel yang berkaitan dengan seputar ibadah haji. Dari mulai liputan sejarah hingga reportase langsung dari Tanah Suci. Anda punya cerita menarik terkait perjalanan haji masa lampau atau kisah inspiratif? Silakan kirim ke inspirasihaji@detik.com. Jangan lupa sertakan nomor telepon dan foto-foto pendukungnya. (mad/slh)












































emaah haji dari embarkasi Banjarmasin kloter 002 terharu akhirnya bisa umrah (Rachmadin Ismail/detikcom)
Foto: Masjid Bir Ali (Foto: Elvan Dany Sutrisno/detikcom)
Masjid Bir Ali (Foto: Elvan Dany Sutrisno/detikcom)
Masjid Bir Ali (Foto: Elvan Dany Sutrisno/detikcom)