Pemilu di Kirgistan 26 Juni

Pemilu di Kirgistan 26 Juni

- detikNews
Senin, 28 Mar 2005 06:19 WIB
Jakarta - Parlemen di republik Kirgistan sudah menetapkan tanggal 26 Juni sebagai hari pemilihan umum (pemilu). Pemilu dimaksudkan untuk menggantikan presiden Askar Akayev.Akayev terguling hari Kamis lalu ketika kekuatan oposisi memprotes hasil pemilihan parlemen tahun lalu yang dianggap tidak adil.Tidak jelas bagaimana pemilihan yang akan dilangsungkan Juni mendatang itu juga akan memilih anggota parlemen yang baru.Akayev sudah melarikan diri dari Kirgistan dan ada berbagai berita yang tak bisa dipastikan kebenarannya bahwa dia saat ini sudah tiba di Rusia.Pemerintah sementara Kirgistan sementara ini berusaha memulihkan keamanan dan ketertiban di tengah gelombang penjarahan dan kekerasan.Seorang pejabat Kirgistan mengatakan tempat presiden sementara Kurmanbek Bakiev direncanakan memberikan penjelasan mengenai pemilu, terpaksa diganti karena mereka menerima informasi ada upaya pembunuhan terhadapnya.Situasi di ibukota Bishkek seperti dilaporkan BBC, Senin (28/3/2005), sudah kembali tenang. Pesta pernikahan dilangsungkan di pusat kota, warga keluar untuk membawa anjing mereka berjalan-jalan, namun beberapa toko dan kafe masih tutup hari Sabtu pagi.Namun Jumat malam keadaannya tegang, menyusul tewasnya tiga orang sejak hari Kamis.Sekitar 2 ribu polisi dan milisi sukarela mencoba menjaga keamanan, dengan mengeluarkan tembakan peringatan guna membubarkan kelompok remaja yang melakukan penjarahan.Para sukarelawan lainnya berpatroli di jalan-jalan utama di ibukota, berjaga-jaga kemungkinan adanya kekacauan.Pemerintah sementara mengatakan hampir 140 orang ditangkap hari Jumat malam, namun penjarahan yang terjadi lebih kecil dari yang sebelumnya terjadi.Menteri Keamanan sementara Felix Kulov mengatakan situasi sekarang ini stabil. Pihak oposisi menyadari mereka harus segera menunjukkan bahwa keadaan terkendali di negara tersebut.Sementara itu Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan Amerika dan Rusia akan bekerjasama guna mempromosikan "ketertiban" di Kyrgystan.Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengadakan pembicaraan lewat telepon, dan menurut juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Adam Ereli, penilaian mereka mengenai situasi di Kirgistan, sama. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads