DPP PDIP Bantah Rekayasa Hasil Konfercabsus
Minggu, 27 Mar 2005 21:47 WIB
Jakarta - Aksi saling tuding dan bantah terjadi di Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). DPP PDI membantah adanya rekayasa dari DPP PDIP atas hasil Konfercabsus di sejumlah DPD PDIP yang mendukung Megawati untuk menduduki kembali jabatan ketua umum PDIP.Tudingan sebelumnya disampaikan oleh, calon ketua mum PDIP yang telah mengundurkan diri dari pencalonan yakni Sophan Sophiaan. Namun oleh Wasekjen PDIP, Pramono Anung tuduhan itu ditepisnya."DPP PDIP tidak pernah menunggui satupun Konfercabsus. Itu berlangsung demokratis, darimana merekayasanya bahkan beberapa daerah seperti Jateng, Jatim dan Banten mempublikasikan menginginkan ibu Mega dan beberapa daerah lain menginginkan formatur tunggal, kalau mas Sophyan mau liat datanya juga ada," kata Pramono kepada wartawan di Bali, Minggu (27/3/2005).Pramono juga mengomentari, soal usulan presidum dari kubur gerakan pembaruan. "Belum pernah ada dalam AD/ART baik dulu atau yang akan disahkan. Jika ada gagasan presidium, saya tidak tahu dari mana gagasan itu," katanya. Dia juga mempertanyakan urgensi presidium dan aturannya. Kalau kongres katakan lah menginginkan presidium. "Bagaimana pengaturannya karena belum ada aturan main dalam AD/ART-nya," katanya.Sementara mengenai Arifin Panigoro yang belum mendapatkan id card, Pramono mengatakan, dalam kongres ini tidak ada yang tidak diundang. "Yang diundang adalah utusan dan peninjau," katanya singkat tanpa mau merinci. Namun Sekretaris Ketua Pantia Pelaksana Kongres Asto Kristianto menyatakan, pihaknya dalam mengurus masalah id card berdasarkan instruksi dari DPP PDIP karena mereka lah yang punya kewenangan untuk menetapkan. "Disebutkan dalam AD/ART peserta Kongres adalah DPP jadi tidak ada masalah dengan status sebagai peserta kongres," katanya. "Mungkin hanya proses komunikasi saja. Dalam rapat DPP saya tidak melihat pak Arifin," lanjutnya.
(mar/)











































