Pemilu di UIN Sunan Kalijaga Berakhir Rusuh

Pemilu di UIN Sunan Kalijaga Berakhir Rusuh

- detikNews
Minggu, 27 Mar 2005 22:02 WIB
Yogyakarta - Kampus seharusnya menjadi wadah ilmiah dan panutan proses demokratisasi. Tapi tidak seperti yang terjadi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pemilu di kampus ini berakhir rusuh. Sebanyak 15 orang mahasiswa terpaksa diamankan aparat Polres Sleman Yogyakarta karena terlibat baku hantam dengan sesama mahasiswa saat pemilihan berlangsung. Mereka ditangkap akibat tawuran ratusan mahasiswa antara kelompok pendukung pada Sabtu (26/3/2005) kemarin.Pemilihan umum mahasiswa (Pemiliwa) di kampus putih itu pun terpaksa dibatalkan. Ribuan lembar kertas suara dirobek, kotak suara dan TPS dirusak dan diobrak-abrik oleh mahasiswa.Hingga hari ini Minggu (27/3/2005) pukul 18.00 WIB, suasana di kampus UIN terutama di sekitar ruang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan kantor rektorat masih diliputi ketegangan. Para mahasiswa yang pro dengan Pemilwa dan yang menolak tampak saling bersiaga di pos mereka masing-masing.Sedangkan, aparat kepolisian dari Polres Sleman terus berjaga-jaga di sekitar kampus di depan kantor rektor di Jl Kompol B. Suprapto. Mereka disiagakan setelah ada permintaan dari pihak rektorat untuk mengamankan kampus.Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, tawuran terjadi setelah beberapa kelompok mahasiswa yang meminta kepada penyelenggara pemilwa untuk menunda karena hanya diikuti oleh calon tunggal. Namun permintaan itu tidak ditanggapi sehingga ada beberapa kelompok mahasiswa yang melakukan pengrusakan kertas suara dan TPS yang telah disiapkan panitia.Dari enam fakultas yang menyelenggarakan pemilihan, empat berhasil berhasil menyelenggarakan pemiliwa. Sedangkan Fakultas Adab dan Syariah terpaksa dibatalkan karena sebagian besar kertas suara dan TPS rusak.Pemilwa itu sendiri digelar pada Sabtu (26/3/2005) kemarin untuk memilih Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Masiswa. Namun Pemilwa itu hanya diikuti oleh satu calon yaitu Abu Hanifah dari Partai Rakyat Merdeka (PRM) yang didominasi oleh kalangan PMII (Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia).Akibat munculnya calon tunggal itu memicu emosi partai-partai mahasiswa lain. Apalagi terdengar kabar, calon tersebut mendapat perlakuan khusus oleh panitia Pemilwa. Sementara itu semua calon yang diajukan oleh partai lain ternyata tidak diloloskan."Karena ada yang menilai tidak fair sehingga ada kelompok yang merasa tidak puas, berusaha menggagalkan Pemilwa dengan cara mengobrak-abrik TPS dan merobek-robek kertas suara," kata Bazid aktivis Pers Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.Kapolres Sleman Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Moechiarto kepada wartawan di sela pengamanan Minggu (27/3/2005) mengatakan pihaknya mengamankan para mahasiswa setelah mendapat permintaan dari Rektor UIN Prof Dr Amin Abdullah.Mahasiswa yang terlibat tawuran setelah dimintai keterangan sore ini telah dilepaskan, setelah ada permintaan dari rektor. Kasus tersebut akan diselesaikan secara internal terlebih dahulu. "Tapi untuk kasus pengrusakan dan tindak kekerasan yang terjadi, polisi tetap akan mengusutnya hingga tuntas," katanya. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads