Materi Kongres PDIP Menyesatkan Beredar di Masyarakat

Materi Kongres PDIP Menyesatkan Beredar di Masyarakat

- detikNews
Minggu, 27 Mar 2005 19:11 WIB
Bali - Menjelang Kongres II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Bali, telah beredar materi kongres di masyarakat. Panitia Pengarah Kongres PDIP menyatakan materi itu menyesatkan.Soal beredarnya, materi Kongres II PDIP ini, diungkapkan Sekretaris Steerring Committe (Panitia Pengarah) Kongres II PDIP Pramono Anung dalam jumpa persnya di Hotel Grand Beach Sanur, Bali, Minggu, (27/3/2005)."Materi menyesatkan yang diedarkan di daerah-daerah bukan buatan SC. Materi dari SC baru akan diedarkan setelah pembukaan Kongres besok," kata Pramono.Pramono menjelaskan materi Kongres yang disusun oleh SC terdiri dari 4 bagian, yakni AD/ART, program partai 5 tahun, jadwal dan tata tertib kongres, dan sikap politik partai. Dia juga mengatakan, pembukaan Kongres akan dilakukan besok pukul 14.00 WITA diawali dengan sambutan Ketua Panitia Roy BB janis dan pidato poliik ketua umum PDIP, Megawati. "PDIP tidak mengundang pejabat pemerintah dalam pembukaan bukan karena PDIP adalah partai oposisi tapi karena PDIP ingin mulai tradisi baru yakni independensi," katanya.Pukul 19.30 WITA besoknya, akan dilaksanakan paripurna pertama yang agendanya menentukan jadwal kongres, menetapkan tatib termasuk memilih pimpinan sidang kongres yang berjumlah 17 orang.Komposisinya 1 orang dari DPP, 8 orang dari DPD, 8 orang dari DPC lalu agenda terakhir membentuk 4 komisi yakni komisi politik dan pemilu, komisi organisasi, komisi program kerja dan komisi laporan pertanggungjawaban.Untuk hak suara suara yang berkaitan dengan prinsip dan strategis digunakan voting block sebesar 444 suara terdiri dari 414 suara cabang dan 30 suara DPD. "Sehingga orang yang datang ke Kongres tidak bisa improvisasi seenaknya," kata Pramono. Sementara itu Ketua OC Mangara Siahaan mengatakan, hingga kini 80 persen peserta sudah melakukan registrasi dan panita berharap besok pagi seluruh proses registrasi sudah selesai. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads