Anggota DPRD Acungkan Pistol di Gereja, Paskah Dijaga Ketat
Minggu, 27 Mar 2005 18:04 WIB
Pekanbaru -
Seorang anggota DPRD Riau, AB Purba melakukan aksi koboi saat mengikuti kebaktian Jumat Agung di Gereja Huria Batak Kristen Protestan (HKBP) Immanuel Resort II Pekanbaru. Menyusul aksi ini, polisi melakukan penjagaan perayaan Paskah di gereja tersebut.Setelah penjagaan itu, acara kebaktian di Geraja HKBP Immanuel Resort II Pekanbaru, Jl Garuda, Labu Baru Pekanbaru, Minggu (27/3/2005) berjalan hikmat. Sejumlah jemaat yang ditemui detikcom, mengaku ibadah pada hari ini berjalan lancar. Tidak ada lagi keributan sesama jemaat seperti yang terjadi pada hari paskah lalu yang saling klaim soal pendeta.Kabarnya, untuk meredam permasalahan pendeta itu, kebaktian pada hari ini dipimpin seorang pendeta yang ditugaskan dari HKBP Resort I Provinsi Riau. "Hari ini kebaktian kita berjalan lancar," ujar salah seoran jemaat yang enggan disebutkan namanya.Aksi KoboiAksi koboi yang dilakukan AB Purba mengacungkan pistol saat hari paskah lalu itu, sudah dilaporkan secara resmi kepihak Poltabes Pekanbaru. Kisah ini bermula, pada perayaan Jumat Agung atau wafatnya Isa Almasih Jumat (25/3/2005) lalu.Peringatan kematian Yesus Kristus yang semestinya sakral di Gereja HKBP Imanuel Pekanbaru itu justru diwarnai keributan. Nyaris terjadi perkelahian antara jemaat gereja. Anehnya yang membuat keributan seorang jemaat anggota DPRD Riau dari Fraksi PDIP yakni AB Purba.Saat itu para jemaat siang tengah beribadah. Tiba-tiba AB Purba memaksa kebaktian agar dibatalkan. Dia meminta pendeta yang memimpin kebaktian, MT Silalahi keluar dari gereja karena tak berhak memimpin kebaktian. Pasalnya SK Pendeta MT Silalahi telah habis masa berlakunya.AB Purba memaksa kebaktian dipimpin pendeta AA Pasaribu yang telah ditunjuk untuk menggantikan MT Silalahi. Sejumlah jemaat berusaha menenangkan AB Purba, tapi anggota DPRD yang kalut itu tetap emosi. Dia mencak-mencak hingga mengacungkan pistolnya."AB Purba memaksa pendeta kita untuk ke luar dengan mengacungkan pistol di tengah jemaat sedang beribadah. Ini sangat kami sayangkan," kata B Sianipar seorang jemaat sekaligus saksi pelapor ke pihak kepolisian kepada detikcom, Minggu (27/3/2005) di kediaman rumah pendeta MT Silalahi di Jl Rajawali, Pekanbaru."Waktu itu saya bilang ke Purba, silahkan tembak saya," kata B Sianipar mengisahkan kronoligis kejadian itu.Namun akhirnya, kata B Sianipar, AB Purba yang merupakan temannya sejak lajangan itu, keluar ruangan dan segara meninggalkan gereja Imanuel yang megah tersebut.Karena kondisi waktu itu sudah tidak nyaman lagi, 100 orang yang melakukan kebaktian siang itu, hanya melakukan ibadah biasa kurang lebih selama 30 menit. Selanjutnya kelompok pendeta MT Silalahi melakukan puncak ibadah paskah itu di rumah kediaman pendeta mereka sendiri.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































