Agus Yudhoyono Yakini Indonesia Capai Masa Keemasan di Tahun 2045

Niken Purnamasari - detikNews
Minggu, 21 Agu 2016 23:21 WIB
Foto: Niken Purnamasari/detikcom
Jakarta - Empat tokoh ternama berbicara di depan seribuan hadirin tentang optimisme Indonesia di masa yang akan datang. Salah satu tokoh tersebut adalah Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning Mayor Inf Agus Yudhoyono.

Agus meyakini Indonesia akan mencapai masa keemasannya pada tahun 2045 mendatang. Banyak hal akan terjadi di Indonesia, di antaranya terkait revolusi teknologi.

"Patriotisme abad 21 nantinya seiring dengan wajah dunia yang sangat berubah. Akan ada revolusi di bidang teknologi, globalisasi. Setiap orang adalah patriot di mana pun berada. Indonesia menuju masa keemasan pada 2045 mendatang, yang aman, sejahtera, dan mendunia," ujar Agus dalam talkshow bertajuk 'Abad 21 Sebagai Zaman Kecemerlangan Indonesia', di Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).

Selain Agus, 3 tokoh lainnya yakni Walikota Bandung Ridwan Kamil, mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, dan Imam Islamic Center of New York Shamsi Ali. Mereka satu persatu berbicara sekitar 15 menit.

"Reimajinasi Indonesia abad ke-21 fokus pada insan Indonesia. Di abad 21, pertanyaan detil yakni bagaimana menciptakan sistem di mana individu mempunyai ruang gerak politis dan sosial. Fokus pada insan Indonesia sebagai individu," ujar Dino Pati Djalal.

Tepuk tangan peserta yang hadir langsung bergemuruh saat Imam Shamsi Ali maju ke atas panggung. Mengenakan pakaian casual, Shamsi Ali berujar bahwa ciri khas pemuka agama bukan hanya ditunjukkan lewat pakaian. Ia lantas sempat melirik Ridwan Kamil yang saat itu berpakaian jas hitam dilengkapi peci warna senada.

"Sebagai imam atau ustad, walaupun Kang Emil (Ridwan Kamil) lebih ustad pakai peci, saya ingin berkonsentrasi bagaimana Islam bisa menjadi kebangkitan bangsa ini. Saya 30 tahun di negeri orang. Kalau dibelah dada saya, ada merah putih. Saya cinta Indonesia," kata Imam Shamsi Ali.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa umat Islam di Indonesia adalah yang paling siap masuk ke dunia global. Asalkan, umat Islam mampu menggabungkan idealisme yang universal dengan kearifan lokal.

Ridwan Kamil kemudian maju dengan gaya santai dan penuh guyonan. Ridwal Kamil menuturkan, perubahan suatu bangsa tak hanya datang dari pemerintah. Melainkan kerja sama dengan banyak pihak.

"Masa depan kita ini makin kompetitif. Dunia makin ekstrem. Penduduk makin banyak. Orang Indonesia hebat tapi jarang diberi panggung. Gunakan panggung untuk membawa perubahan. Perubahan tidak datang dari pemerintah saja," tutur Kang Emil.

(nkn/rna)