Menurut Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia & Bantuan Hukum Indonesia (PWNI & BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu M Iqbal, saat ini Kemlu lebih memfokuskan pada pemulihan kedua sandera ini. Selain itu, Kemlu juga masih terus meminta informasi terkait penyanderaan ini kepada dua WNI yang selamat.
"Saat ini pemulangan belum menjadi prioritas. Prioritasnya adalah pemulihan trauma dan menggali info sebanyak mungkin dari keduanya untuk kepentingan sandera lainnya," kata Lalu Muhammad Iqbal dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (21/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mendorong pemerintah untuk mengambil langkah yang lebih taktis untuk membebaskan para sandera tersebut. Selain itu, Meutya menambahkan, kerja sama memperkuat tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina dalam meningkatkan keamanan wilayah serumpun yang telah digagas harus diaplikasikan dalam bentuk yang lebih nyata.
"Kalau penyanderaan, pembebasan militer itu paling akhir. Menurut saya yang paling efektif pendekatan kultural, siapapun entah warga Filipina atau siapa yang punya link dengan kelompok Abu Sayyaf itu dijaring. Kemlu menjaring siapa yang langsung punya link, dikaji bagaimana latar belakang orang itu baru dilist. Kemudian dilakukan pendekatan secara kultural." ujar Meutya saat berbincang dengan detikcom, Jumat (19/8/2016) malam.
Hal itu juga bisa mempercepat proses penyelamatan para sandera. "Hanya saja kan tiga negara ini sepertinya belum secara bersama untuk menetapkan SOP dari bagaimana konkretnya. Hasil pertemuan 3 Menhan (Menteri Pertahanan) itu kan kita dorong terus untuk segera direalisasikan," tegasnya. (yds/rvk)











































