Bupati Dedi Ingin Salam Sampurasun Mendunia

Bupati Dedi Ingin Salam Sampurasun Mendunia

Tri Ispranoto - detikNews
Minggu, 21 Agu 2016 13:33 WIB
Bupati Dedi Ingin Salam Sampurasun Mendunia
Bupati Dedi/ Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Purwakarta - Setelah sebelumnya berhasil men-dunia-kan sate maranggi hingga ke Amerika, Malaysia, dan Singapura, kini Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, memiliki tekad baru untuk memperkenalkan Sampurasun sebagai salam khas dari tanah Sunda.

Salah satu caranya Dedi selalu mengucapkan salam tersebut saat menjadi pembicara atau membuka acara baik di Purwakarta, Jabar, bahkan daerah lain seperti yang dilakukannya saat berpidato di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 2015 lalu di New York, Amerika Serikat.

Kali ini Dedi memulai perjuangannya kembali dengan menggelar festival dan pawai Sampurasun yang diikuti oleh 57 ribu orang dan tercatat sebagai rekor dunia. Dengan dimulainya hal itu Dedi berharap masyrakat Sunda tidak perlu lagi malu untuk mengucapkan salam tersebut selain salam yang diajarkan oleh agama masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, minimal saya ingin Sampurasun itu dikenal dulu secara nasional. Setelah itu baru target kita Sampurasun mendunia," ucap Dedi saat berbincang dengan detikcom, Minggu (20/8/2016).

Dedi juga berharap agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut mempromosikan Sampurasun dengan mengucapkannya dalam berbagai kesempatan pidato kenegaraan.

"Dengan seperti itu saya berharap Sampurasun nantinya bukan hanya dikenal sebagai tradisi masyrakat Jabar dan Banten tapi sudah me-nasional," ungkapnya.

Seperti diketahui pada Sabtu 20 Agustus petang hingga Minggu dini hari tadi masyrakat Kabupaten Purwakarta tumpah ruah ke jalanan untuk mengikuti Pawai Sampurasun dan Kohkol (kentongan). Pawai tersebut pun telah dikukuhkan oleh MURI sebagai rekor dunia dengan total peserta mencapai 57 ribu orang.

Sebelumnya Dedi pun menginisiasi berbagai acara yang bertemakan sate maranggi. Terakhir sate maranggi berhasil mendunia dengan mengikuti World Street Food Congress (WSFC) 2016 di Manila, Filipina. Alhasil kini sate maranggi pun sudah dikenal masyrakat Indonesia dan dunia sebagai salah satu warisan kuliner khas Kabupaten Purwakarta. (rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads