"Tidak ada pesan-pesan. Firasat sama sekali tidak ada, biasa-biasa saja. Dengan kejadian seperti ini kami kaget sekali," ujar Arsini yang tampak tegar, di kediamannya Jalan Pamelisan Agung no 2. Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Bali, Minggu (21/8/2016).
Kepergian bapak dua anak ini tidak pernah disangka oleh Arsini. Apalagi saat itu Wayan Sudarsa sedang berdinas dan tidak meninggalkan pesan apa pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya jika tugas malam, Wayan Sudarsa pulang setelah mengikuti apel pagi. Namun rupanya hari itu Wayan Sudarsa tidak pulang ke rumah.
"Paling datang pagi pukul 9.00 bisa juga lebih karena di kepolisian kan memang tidak bisa mengukur waktu. Memang tugasnya polisi 24 jam, maka saya tidak pernah merasa apa-apa, tapi kejadian seperti ini saya sebagai isteri kaget," ujarnya.
Kabar kematian Wayan Sudarsa disampaikan oleh salah satu rekan kerja korban. Pihak keluarga pun langsung berangkat ke RS untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.
"Kami tahu dari temannya kira-kira pukul 07.30 WITA. Anak-anak yang lebih duluan tahu, lalu anak-anak ke RS Sanglah," ujarnya.
"Bapak kerja dalam keadaan sehat datangnya dibilang seperti ini saya betul-betul shock," tambahnya.
Meski begitu, Arsini mengaku sudah mengikhlaskan kepergian suaminya. Dia berharap arwah suaminya tenang di alam sana.
"Sudah ikhlas, semoga almarhum tenang dapat tempat yang layak dan diterima di sisi Tuhan," kata Arsini. (ams/erd)











































