Begini Cara Sandiaga Uno Kejar Elektabilitas Ahok

Panasnya Pilgub DKI

Begini Cara Sandiaga Uno Kejar Elektabilitas Ahok

Ahmad Ziaul Fitrahudin - detikNews
Minggu, 21 Agu 2016 11:38 WIB
Begini Cara Sandiaga Uno Kejar Elektabilitas Ahok
Foto: Ahmad Ziaul Fitrahudin/detikcom
Jakarta - Bakal calon gubernur DKI dari Partai Gerindra Sandiaga Uno menyadari bahwa elektabilitas dan popularitasnya saat ini masih kalah dari kandidat petahana Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Namun dia optimistis bisa mengejar elektabilitas dan popularitas Ahok.

Bagaimana caranya?

"Caranya sangat mudah, sosialisasi, dengar asprasi, dengar harapan mereka," kata Sandiaga usai berlari bersama masyarakat di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur, Minggu (21/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sandiaga mengaku sudah 15 tahun lebih aktif dalam kegiatan lari yang saat efektif menjadi sarana sosialisasi dengan masyarakat.

"Saya sudah 15 tahun lebih, Ini merupakan cara efektif untuk menyapa masyarakat. Hari ini kita menyapa warga Jakarta di BKT, kita berhenti di Pasar Klender," kata Sandiaga.

Hasil penelitian sejumlah lembaga survei memang menempatkan Ahok sebagai kandidat terkuat cagub DKI. Terakhir adalah hasil sigi Lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) yang dirilis pada, Kamis (18/8/2016) pekan lalu.

Elektabilias atau tingkat keterpilihan Ahok menurut survei KedaiKOPI mencapai 47,9%. Angka ini memang tak ada kenaikan dibandingkan survei pada Februari 2016 lalu.

Namun elektabilitas Ahok sebagai cagub DKI masih yang tertinggi. Sementara itu, Tri Rismaharini (Risma), elektabilitasnya menguat tajam menjadi 28,6%, atau naik 22,8% dibanding dengan hasil survei Februari 2016 lalu yang hanya 5,8%. Popularitas Risma juga terbilang tinggi, hingga mencapai 81,4%.

Sementara Sandiaga dalam survei KedaiKOPI disebut memiliki elektabilitas 3,5 persen. Sandiaga bersaing dengan mantan Menko Maritim Rizal Ramli.

"Sehingga nama-nama seperti Tri Rismaharini, Rizal Ramli, Budi Waseso dan Sandiaga Uno memiliki masih peluang," ujar Hendri dalam rilisnya, Kamis (18/8/2016). (erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads